Di sini aku posting berbagai macam acara yang aku ikuti dari waktu ke waktu. Ada acara pribadi, kerjaan, atau acara organisasi.
Thursday, September 27, 2007
Buka Puasa Serulingmas Pusat
Buka Puasa dan kangen-kangenan Serulingmas (Seruan Eling Banyumas) Pusat berlangsung di sebuah rumah milik pengusaha asal Banyumas Wisnu Suhardono di Jl.Jenggala II Kebayoran Baru semalam.
Nampak Hadir Ketua Umum Serulingmas Pusat Dr.Yuwono Kolopaking, Mantan Menkop Subiako Tjakrawerdaya, Pesinetron Pangky Soewito dan istrinya Bintang Film era 70 an Yaty Oktavia, Mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Wik Jatmika, para pengurus Serulingmas Pusat, Pengurus KKB, serta perwakilan dari Komunetmas yaitu Fahmi Nahdi, Eko Carub Bawor, dan tentu saya sendiri.
Bertindak selaku penceramah dengan tema Pulang Kampung Untuk Mengentaskan Kemiskinan Prof Dr. Haryono Suyono, mantan Menko Kesra dan Kepala BKKBN Pusat.
Dalam ceramahnya yang diselingi dengan humor-humor segar, Haryono Suyono mengajak kepada Warga Banyumasan yang ada di perantauan untuk peduli terhadap tanah kelahirannya dan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup/mengentaskan kemiskinan warga Banyumasan. Contoh yang dikemukakan adalah dengan membentuk pos-pos semacam Posyandu yang berisi orang-orang yang bisa menggerakan masyarakat supaya bisa meningkat ekonominya. Misalnya dengan cara menyertifikatkan tanahnya untuk kemudian dijadikan agunan kredit ke Bank sehingga bisa berusaha atau berwiraswasta. Misalnya orang yang jualan ayam dengan modal terbatas akan lebih bagus lagi kalau modalnya ditambah sehingga ayam yang dijualnya tambah banyak dan bisa menjadi juragan ayam. Begitulah kira-kira konsepnya Pak Haryono Suyono ini.
Setelah selesai Shalat Maghrib, penulis dan beberapa pengurus KKB meluncur ke Jl.Anggrek II Depok ,melayat salah satu aktivis Banyumasan yang berprofesi sebagai wartawan yaitu Bapak Yatim Kelana. Ina lillahi wa ina ilaihi raji’un. Semoga arwahnya dierima di sisi Allah SWT. Dan keluarganya diberikan kesabaran.
Tuesday, September 18, 2007
Buka Puasa Di Rumah Pak Bibit Waluyo
Pak Bibit yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah memang sangat bersahaja dan sederhana. Sikapnyapun baik sekali, tidak membeda-bedakan orang.
Ketika saya menjabat tangannya dan minta maaf karena waktu datang saya belum sempat menyalaminya, Beliau menjabat tangan saya erat sekali bahkan sampai tangan kirinya menepuk-nepuk punggung tangan saya. Ya benar-benar di luar dugaan saya. Betapa beliau adalah seorang Jendral, tapi sikapnya sangat bersahaja. Beliau sangat ramah dan berusaha dekat dengan semua tamunya yang hadir pada malam itu.
Buka puasa dengan menu catering yang lumayan enak, apalagi ada nasi Jawa yang terdiri dari nasi putih, sayur lodeh tempe dan tahu, daging goreng srundeng, dan daging sapi, serta rempeyek kacang dan urab, wah serasa makan di rumah sendiri di kampung.
Ada juga Siomay, catering lengkap, buah, kue-kue, minuman juice jambu, puding dan lain lain. Kelihatannya masih banyak makanan yang tersisa karena undangan yang dating “hanya” sekitar 30 orang.
Yang mengejutkan, setelah puas berbuka puasa, Pak Bibit berpidato yang intinya Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu tidak usah melanjutkan acara dengan Shalat Taraweh, silahkan shalat taraweh di rumah masing-masing. Karena mengingat suasana agak memanas sehubungan dengan pembentukan struktur kepengurusan oleh formatur. Kelihatannya ada kubu yang ingin memasukkan orang-orangnya sebanyak mungkin untuk jadi pengurus paguyuban.
Begito loh,,,,Inilah Indonesia sekarang. Baru pengurus Paguyuban saja rebutan. Bagaimana pengurus parta politik? Waaah,,,,kayanya seru banget kali ya,,,,
Tapi Pak Bibit memang bijaksana. Daripada shalat taraweh dengan perasaan yang ndongkol dan pikiran ngga karu-karuan di situ, mending semuanya disuruh pulang dan taraweh di rumah masing-masing. Tentara dilawan! Begitu kira-kira Pak Bibit ngebatin.
Wednesday, September 12, 2007
Bibit Waluyo Terpilih Menjadi Ketua Paguyuban Jawa Tengah
Dalam persaingan yang sangat ketat dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta/utusan dari 27 pengurus paguyuban Kabupaten/kota se Jawa Tengah tersebut, Bibit mengumpulkan 13 suara, sementara Sumaryoto 12 suara dan 2 suara dinyatakan tidak sah. Dalam pemilihan Ketua formatur/ketua umum ini, one delegation one vote. Satu kabupaten, satu suara. Sebelum dilakukan pemilihan, dua kandidat menyampaikan visi/misi di depan peserta sidang. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan pada sidang Pleno ke III yang dilaksanakan pada sore hari dan dilanjutkan setelah istirahat untuk melaksanakan shalat Maghrib. Rencana Mubes hanya sampai pukul 17.00 WIB ternyata molor sampai sekitar pukul 20.30 WIB.
Setelah pemilihan Ketua Umum selesai, kedua kandidat baik yang menang maupun yang kalah, berjanji di hadapan peserta Mubes akan saling membantu dan bahu-membahu dalam mengurus organisasi. H. Sumaryoto ditempatkan sebagai Wakil Ketua Umum.
Pengurus Paguyuban secara lengkap akan disusun oleh ketua Umum/ketua formatur dibantu oleh 7 formatur lainnya yang mewakili Pembina, pengurus lama, dan utusan Karesidenan
Dibuka Sekda Jateng
Mubes III Paguyuban Jawa Tengah Jabodetabek ini dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Marjiono, SH mewakili Gubernur Jawa Tengah.
Pembukaan MUBES dihadiri juga oleh Ketua Dewan Pembina Paguyuban Jateng Sukamdani Sahid Gitosarjono dan para sesepuh/tokoh dari Jawa Tengah diantaranya Jendral TNI (Purn) Wiranto, Ibu Soeparjo Roestam, dan mantan Kapolri Jendral (Purn) Rusdiharjo.
Setelah pembukaan, dilanjutkan acara foto bersama antara para tokoh yang hadir dengan pengurus paguyuban dan panitia pelaksana Mubes. Setelah itu coffe break dan dilanjutkan dengan sidang pleno I yang berisi pengesahan tata tertib Sidang Pleno Mubes serta pemilihan ketua dan sekretaris sidang pleno, laporan pertanggung-jawaban pengurus PJT 2000-2007 oleh ketua umum, pandangan umum terhadap laporan pertanggung-jawaban PJT 2000-2007, serta pembentukan komisi-komisi yang meliputi Komisi Pertanggung Jawaban Pengurus periode 2000-2007, Program Kerja Umum Periode 2007-2012, AD/ART, serta komisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (APBO).
Pukul 13.00 istirahat shalat dhuhur serta makan siang. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang komisi-komisi di empat ruangan berbeda. Setelah selesai dilanjutkan dengan sidang Pleno ke II berupa laporan para ketua komisi, tanggapan hasil sidang-sidang komisi oleh peserta Mubes serta keputusan sidang pleno II untuk menerima/menolak laporan pertanggungjawaban pengurus paguyuban Jateng 2000-2007.
Ada Hiburan Juga
Meskipun pelaksanaan sidang sempat memanas dan diwarnai dengan perdebatan layaknya kongres partai politik, namun suasana tetap terkendali. Bahkan masih sempat diselingi dengan hiburan organ tunggal yang dipimpin oleh Leles dari TVRI Pusat Jakarta. Beberapa peserta Mubes juga sempat menyumbangkan suara emasnya. Suasana Mubes juga sempat ger-geran dengan spontanitas banyolannya Iparto Gombong.
Di akhir acara, dilakukan serah terima jabatan ketua paguyuban dari Ketua Umum lama H.RS Museno kepada Bibit Waluyo dengan penandatanganan berita acara dan serah terima pataka berlogo Jawa Tengah yang dibawa oleh tiga bodygard dari Wonogiri, Banyumas, dan Purworejo.
Salah satu bodygard itu adalah saya sendiri. (he,,he,,he,,ngguyu dewek)
Tuesday, August 28, 2007
Mubes ke III Paguyuban Jawa Tengah
Bertindak selaku Ketua Panitia Pengarah (SC) adalah Dr.H.Yasir Alwi,MBA,MM (Purworejo) dan Ketua Panitia Pelaksana Ir. Bambang Purwohadi, Msi,MT (Tegal)
Sementara Dewan Penasehat Panitia adalah : Ibu Soepardjo Rustam (Banyumas), Bapak Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo (Klaten), Bapak Mayjen TNI (Purn) H. Sudiono (Magelang), Bapak Dr. Yuwono Kolopaking (Banjarnegara) dan Bapak Drs. H. Sumaryoto (Wonogiri). Rapat Panitia dihadiri oleh sekitar 40 orang.
Mubes ke III ini bertujuan untuk membahas AD/ART, Program Kerja, dan pemilihan Ketua Umum/Pengurus Masa Bakti 2007-20012. Mubes akan diikuti oleh utusan pengurus Paguyuban Jawa Tengah di Jakarta seperti Paguyuban Warga Wonogiri, Tegal, Banyumas, Purworejo, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Rembang, Semarang, Magelang, Surakarta, Salatiga, Kendal, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Temanggung, Wonosobo, Yogyakarta, Pemalang dan lain-lain.
Hari ini (29/8) Pukul 14.30 WIB, 8 orang panitia akan bertemu dengan pemilik Hotel Sahid yang juga anggota kehormatan Paguyuban Jawa Tengah, Bapak Sukamdani Sahid Gitosarjono. Rencananya,Mubes juga akan mengundang beberapa artis yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan juga Gubernur Jawa Tengah/Mendagri Bapak Mardiyanto, serta Gubernur DKI Jakarta Bapak Sutiyoso.
Inyong dewek melu dadi panitia bagian acak-icik alias bagian umum.
Dua Dalang Banyumas Ramaikan HUT RI ke-62
Timur, Anik Diah Anggraini ikut meramaikan acara Pagelaran Wayang
Kulit dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 dan syukuran
keberhasilan pelaksanaan PILKADA DKI Jakarta. Siswi kelahiran
Cilacap, 21 Agustus 1992 yang sebelumnya sekolah di TK Aisiyah 02
Cilacap, SD Muhammadiyah 08 Cilacap, dan SMP Negeri 05 Cilacap ini
mengawali acara Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang
utama Ki Manteb Sudarsono.
Setelah itu, seorang karyawan perguruan Diponegoro, Kuswan juga
menampilkan kebolehannya mendalang. Pria kelahiran Banyumas, 19 Juni
1966 ini adalah lulusan SD Sanggreman I dan SMP/SMA Diponegoro
Rawamangun.
Dalam kesempatan itu tampil juga seorang dalang WNI asal Australia
KRT Gaura Mancacaritadipura. Dalang bule ini membawakan lakon
pucukan dengan lakon Fragmen Rama Tambak. Setelah itu barulah tampil
dalang kondang H.Manteb Sudarsono dengan lakon Sesaji Raja Suya.
Acara yang diadakan oleh Perguruan Diponegoro yang beralamat di Jl.
Sunan Giri No.5 Rawamangun ini bertujuan untuk (1) Mencintai dan
bangga sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki kebudayaan yang
luhur, (2) Menyosialisasikan azas persatuan dan kesatuan NKRI, (3)
Pendidikan informal melalui pagelaran wayang mencakup pengenalan
budi pekerti luhur serta sifat-sifat buruk dalam kehidupan, (4)
Menjaga kebudayaan khususnya pewayangan, dimana wayang telah
dicanangkan sebagai hasil puncak budaya dunia oleh UNESCO
(masterpiece of intangible heritage), (5) Mempromosikan kebudayaan,
di mana terkandung kebijakan local (local wisdom) melalui lakon dan
alur cerita yang disajikan, (6) Transfer kebudayaan dari generasi
tua ke generasi muda; (7) Menggalang persatuan seluruh rakyat di
daerah sekitar Perguruan Diponegoro, sehingga timbul tanggung jawab
social pendidikan oleh sekolah terhadap masyarakat. Demikian
dikatakan ketua panitia Prof. Dr. H. Arief Rachman, MPd dalam
sambutannya.
Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga
Gubernur terpilih dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu,
Bapak H. Fauzi Bowo. Juga duta besar Negara sahabat. Acara yang
dihadiri sekitar 1000-an orang tersebut berlangsung sampai pukul
03.00 WIB sesuai dengan pesanan panitia kepada Ki Manteb.
Dua sinden asal Banyumas juga meramaikan pagelaran wayang Ki Manteb
ini, diantaranya adalah sinden Yani.
Demikian sekilas info yang dapat kami sampaikan, kebetulan Inyong
melu nonton nganti jam 03.00 esuk.
Tuesday, July 17, 2007
Ke Cipanas
Perjalanan menggunakan Bus HIBBA UTAMA AC, cukup nyaman. Hanya saja supirnya agak kasar nyetirnya, sehingga pindah prosnelingnya sering nyentak-nyentak dan mendahului kendaraan lain dari bahu jalan tol. Acara pertama ke Taman Safari. Acara ke Taman Safari ini sudah beberapa kali aku lakukan, sehingga tidak ada lagi yang menarik bagi saya. Naufal juga sudah beberapa kali ikut tour ke Taman Safari, tapi kelihatannya senang juga dia ngliat hewan-hewan penghuni TSI yang berkeliaran.
Makan siang di sana dengan menu SFC yaitu Safari Fried Chiken. Lumayan enak juga.
Perjalanan kembali diteruskan dan sampailah di Hotel Sangga Buana Cipanas, yang informasinya adalah kepunyaan dari YDD, Yayasan Danar Dana BNI, masih satu Group dengan tempat kerja istri.
Malem mingu diisi dengan makan malam yang diiringi dengan organ tunggal dengan 2 penyanyi wanita. Juga diselingi pembagian door prize yang dibagikan ke seluruh karyawan. Seperti biasa aku ikut juga larut dalam kegembiraan dan ikut berjoget ketika lagu dangdut dinyanyikan oleh salah seorang peserta tour. Wah asyik lah rasanya.
Kalau di lingkungan rumah, atau di tempat-tempat umum kayanya joget di arena dangdut kayanya nggak mungkin aku lakukan, soalnya ya,,,,malu lah yaw,,,,
Joged aku lakukan sebagai partisipasi dalam sebuah acara dan tentu dalam kalangan tertentu,,,,,gitu lho.
Siangnya dilaksanakan berbagai lomba. Ada lomba merias laki-laki oleh pasangannya, lomba bakiak, dan pertunjukan badut dan sulap oleh Papacong. Untuk lomba ngrias, aku dan istri termasuk ikut di dalamnya. Dengan mata ditutup, istriku merias aku sekenanya,,,,,ya udah lipstik mleber ke mana-mana. Jadinya suasana lucu banget penuh dengan gelak tawa. Apalagi peserta yang lain pada lucu-lucu banget. Dengan dandanan layaknya perepuan, kami laki-laki disuruh berjalan seperti peragawati di depan tim juri. Malu juga sih,,,,,,tapi gimana lagi,,,demi partisipasi. Iya nggak?
Pulangnya, waduh, jalanan macet banget. Sehingga keluar dari hotel jam 1 siang, baru sampai di kantor jam 6 sore,,,,,,,tapi seneng dan puas.
Tuesday, June 19, 2007
Ke Jogya Lagi
Tapi ya, anak SMP kan sudah cukup gede, mereka sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Sehingga relatif gampang. Daripada kalau anak SD yang harus diawasi terus menerus 24 jam, atau anak SMA yang juga harus diawasi terus menerus karena mereka sudah remaja menjelang dewasa. Gawat kalau mereka dilepas begitu saja tanpa pengawasan guru.
Yah begitulah. Kayaknya anak SMP lebih enak dan pas. Nggak terlalu mengkhawatirkan.
Perjalanan ke Jogya selama tiga hari dan dua malam nginep di hotel memang lumayan menguras tenaga. Tapi ya ada senangnya juga karena ikut melihat tempat-tempat wisata yang selama ini belum pernah dikunjungi ketika ke Jogya, misalnya Pantai Krakal dan Candi Ratu Boko. Sedangkan obyek-obyek wisata yang lainnya sudah pernah seperti Candi Borobudur, dan Keraton Ngayogyagarta Hadiningrat. Ketep pass juga merupkan Obyek wisata di Jogya yang baru aku kunjungi.
Setelah puas belanja oleh-oleh di Bakpia Pathuk 25, Kemudian di Toko Batik dan Kerajinan Mirota di Jl. Malioboro, maka hari terakhir perjalanan adalah ke Keraton Yogya, ke Dagadu asli, dan ke ketep pass.
Setelah itu bus langsung meluncur pulang ke Jakarta lewat semarang dan pantura.
Perjalanan semalaman membuat mata ini ngantuk teruus,,,,sampai di Kampus Avicenna tepat jam 09.00 pagi hari Sabtu,,,,,
Wuih,,,cape,,,tapi ya senenglah,,,
Wednesday, June 06, 2007
Setahun Berlalu
Ya moga-moga mulai hari ini aku akan usahakan punya catatan yang baik dan tertata rapi. Moga-moga.
Monday, June 12, 2006
Pagelaran Wayang Kulit PANCADAN (Paguyuban Kanca Dolan Banyumasan)
Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan oleh Ki Dalang Sugino Siswocarito pada hari Sabtu, 10 Juni 2006 di Gelanggang Remaja Jakarta Timur berlangsung meriah dan sukses. Tidak kurang dari 2000 penonton memadati Gelanggang Olah Raga ini. Tampak hadir Pembina Pancadan Prof.Dr. Achmad Mubarok, MA , Wagub Fauzi Bowo yang mewakilkan kepada Kepala Sub Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Permuseuman DKI Jakarta Bapak Nyoman, Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono beserta istri, Tokoh-tokoh Paguyuban Banyumasan seperti Bapak H.Masino, Msd, Bapak Drs.H Bambang Hirawan, dan Ketua Umum KKB Bapak Purbadi, SH. Juga hadir bintang sinetron Yuni Sulistyawati yang bertindak sebagai pembawa wayang yang diberikan kepada beberapa tokoh Banyumasan.
Dimulai pada pukul 19.00 penonton nampak sudah mulai berdatangan dan langsung membeli tiket yang dijaga oleh Indriyani, Misriyatun Munji, Nurhayati (Miss Milis), Budi, dan beberapa polisi. Kemudian berangsur-angsur dan secara bergelombang, nampak beberapa rombongan yang baru datang juga membeli karcis di tempat yang berada di sisi kanan pintu masuk GOR.
Tepat pukul 08.45 acara dimulai. Diawalii dengan pembacaan surat Al Fatiah oleh MC Bapak Dalimin kusir dokar Banyumasan Radio P 2 SC, dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia oleh saya sendiri, kemudian Bapak Kuswandi selaku Ketua PANCADAN (Paguyuban Kanca Dolan Banyumasan), Bapak Drs. H. Bambang Hirawan selaku sesepuh PANCADAN, dan terakhir Bapak Nyoman yang mewakili Wagub Bapak H. Fauzi Bowo.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Ki Dalang Sugino lewat panitia kepada masing-masing Bapak Prof.Dr.Achmad Mubarok, MA yaitu wayang Bawor, kemudian Bapak Purbadi SH wayang Kresna, Bapak Drs. H. Bambang Hirawan wayang Semar, Bapak Jarwo wayang Prabu Bomantara, dan Bapak Kuswandi wayang Werkudara. Setelah itu dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk korban gempa Yogya dan jateng diiringi dengan gending Tlutur (layon). Dan terakhir penyerahan tokoh lakon yaitu wayang Petruk kepada Ki Dalang Sugino Siswocarito oleh Bapak Nyoman yang mewakili Wagub.
Pagelaran Wayang dengan lakon Petruk Duta berlangsung semarak. Pada saat Limbukan tampil pelawak Suliyah dan Glinding. Mereka cukup membuat penonton terpingkal-pingkal. Dan pada saat gara-gara tampil pelawak Ciblek dan Glinding. Kali ini pun bikin penonton tertawa meskipun tadinya ngantuk-ngantuk.
Tancep kayon pada pukul 04.30. Aku bersama Pak Kuswandi masih nunggu Pak Dalang diantar ke Purwokerto. Alhamdulilah pagelaran sukses, mudah-mudahan para penggemar dalang Gino juga puas. Dan yang penting, tidak melupakan pada masyarakat Yogya dan Jateng yang sedang terkena musibah. Hasil pengumpulan Dana disalurkan melalui Metro TV peduli.
Friday, April 28, 2006
Peluncuran Situs Think.com dari Oracle
Sebagai proyek percontohan, layanan ini telah dicoba di SMP/SMA Labschool Cinere, SMP Muhammadiyah Setia Budi, Pamulang, dan SD Avicenna Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Maka murid dari ketiga sekolah tersebut, diwakili oleh beberapa orang murid, hadir pada saat peluncuran ini.
Pada kesempatan itu, aku sempat ketemu dengan teman-teman lamaku ketika di Al Azhar Kemang, yaitu: Drs. Usep Kasman (sekarang Kepala BPH Yayasan Dian Ilmu). Drs. Acep Musliman MM (Wakil Kepala SMP Lab School Cinere) dan Pak Teguh (Kpala Sekolah Al Azhar di daerah Bogor).
Acara ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan sekolah baik negeri maupun swasta.
Sunday, November 27, 2005
Yongky AFI, Yuni Sulistyawati, dan Lita Soewardi Jadi Bintang.
Acara yang berlangsung sejak Pukul 11.00 sd kurang lebih pukul 15.00WIB pada hari Minggu, 27 November 2005 kemarin berlangsung dalamsuasana meriah penuh nostalgia. Nampak Hadir anggota KAMABA (KeluargaMahasiswa Banyumas) senior, Anggota KAMABA junior, dan para pengurusHIPPMAS serta pengurus IMAM BSP (Ikatan Mantan Murid Bruderan danSusteran Purwokerto). Hadir juga pemilik bus AJA dan ARIMBI yang jugaanggota IMAM BSP serta Kepala Bagian Informatika MABES POLRI BrigjenPol Mulyohadi. Dari Komunetmas hadir Kang Ali Syafrudin besertakeluarga serta Kang Ahadi Abdoel.
Yongky AFI yang sudah menyelesaikan dokternya di UGM itu membawa sertaIbunya yang mantan penyiar RRI Purwokerto dan kakak perempuannya yang juga dokter yaitu Mba Petty. Yuni Sulistyawati yang menjanda belum genap 2 bulan dan sering membintangi sinetron laga itu datang sendirian dan harus aku antar sendiri masuk ke dalam rumah Pak Bambang.Yuni memperkenalkan diri kepada para undangan yang sudah hadir.
Acara langsung dibuka sendiri oleh Pak Bambang yang merasa bangga danberbahagia atas datangnya para undangan yang memang banyak diantaranyaadalah teman-teman lama Pak Bambang. Dilanjutkan makan hidangan SrotoSokaraja dan juga Bakmi Margonda yang khusus didatangkan untukmelayani makan siang pada acara itu.Acara diselingi dengan hiburan organ tunggal dengan penyanyi LitaSoewardi, Yuni Sulistyawati, Yongky AFI, Gatot alias Jhoni Iskandar,Mba Aan, dan Inyong dewek melu nyumbang nyanyi. Mereka mengajak juga hadirin untuk berjoged bersama.
Acara ditutup dengan lagu Kemesraan yang dinyanyikan bersama-sama olehPak Mulyohadi, Yuni Sulistyawati, Lita Soewardi, Mba Aan, Mas EkoBawor karo Inyong dewek.
Monday, November 21, 2005
Halal Bi halal 1426 H Serulingmas Berlangsung Sukses
Acara hahal bi halal yang dilakukan setahun sekali oleh pengurus Serulingmas Pusat tersebut dihadiri oleh lebih dari 1000 orang. Jajanan khas Banyumas terdapat dalam deretan meja sepanjang lorong di luar gedung pertemuan, misalnya Sroto Sokaraja, Sroto Gombong, Kaos-kaos bertuliskan slogan Banyumasan, dawet ayu Banjarnegara, mendoan, dan lain-lain.
Acara dimeriahkan oleh hiburan Banyumasan calung dan lengger yang berada di luar gedung utama dan di panggung di hibur dengan organ tunggal, tarian dari Banjarnegara, lawak Ciblek lan Klowor, dan juga oleh Lita Soewardi, Yuni Sulistyawati, dan dr.Yongky AFI. Mereka bertiga bertrio menyanyi dan berjoget di panggung dan diikuti oleh beberapa tamu undangan di depan panggung.
Di samping acara hiburan tersebut, sebelumnya juga diisi dengan ceramah halal bi halal.
Anggota Komunetmas yang hadir diantaranya Kang Fahmi Nahdi, Kang Bambang Setya Fadilah (BSF) beserta istri, Kang Ali S beserta istri dan anak, Kang Ahadi Abdoel, Kang Soegeng Seoratno beserta istri dan anak, Kang Soekirno, Inyong dewek karo adiku, lan yang lainnya mungkin Inyong lupa.
Dalam latar belakang panggung tampak wayang gareng, petruk, bawor di sebelah kiri, dan Semar di sebelah kanan. Punakwan ini menggambarkan Wong Banyumasan yang merupakan sosok yang sederhana, lugu, dan Cablaka, Jujur dan Setia kepada ndara (negara), tetapi jangan coba-coba mengganggu , karena akan dikalahkan oleh mereka.
Sunday, October 09, 2005
Puasa Ramadhan 1426 H
Anak-anak kelihatan menikmati, dan merasa senang berada di luar rumah dan sekolah untuk melaksanakan Peslat ini. Yang paling menyenangkan adalah waktu hari selasa sore pas besoknya mau mulai puasa, diadakanlah pertandingan sepak bola campuran guru dan murid. Anak-anak dibagi menjadi kelas VII dan kelas VIII, sementara guru dibagi rata ke kedua kelas tersebut. Aku kebagian ikut di kelas VII. Dengan lapangan di PPSDP (Gedung Pemuda) yang lebarnya mendekati lapangan olimpiade, tentu memerlukan perjuangan tersendiri untuk bisa ngegolin bola. Apalagi aku, udah beberapa tahun ini nggak pernah olah raga seperti yang aku lakukan ketika di kampung dulu. Wah sekali ikut olah raga, sepak bola lagi, napas ngos-ngosan jantungnya mau copot.
Untunglah, tim kelas VII rupanya tangguh, sehingga kedudukan 10-9 untuk tim kelas VII dimana aku ikut mendukungnya. Wah rasanya ikut puas bisa menang dengan perjuangan yang "mati-matian".
Hari terakhir, yaitu hari Rabu, 5 Oktober 2005 pas pertama puasa, di masjid sekitar jam 9 pagi diadakan pengajian di masjid Pemuda dengan penceramah langganan sudah beberapa tahun ini yaitu Ustad Drs. Sahrulsyah, penceramah yang biasa mengisi acara cece (ceramah ceria) di SCTV dan sekarang ceramah juga di TV 7. Pembawaannya memang kocak. Tapi memang kelihatannya ceramahnya ustadz Sahrul lebih pas atau cocok untuk orang-orang tua. Karena meskipun ceramahnya berisi tentang pergaulan anak muda, tapi kadang contoh-contoh yang dikemukakan terlalu dewasa untuk anak seumuran SMP kelas VII dan VIII.
Tapi memang kalau soal lucu jangan ditanya, orang yang mendengarkan ceramahnya ustadz yang satu ini bisa tertawa terpingkal-pingkal.
Traweh malam pertama otomatis di masjid Pemuda Cibubur, berbaur dengan masyarakat sekitar. Acara Peslat selesai hari Rabu sesudah shalat dhuhur, dan kami pulang ke rumah masing-masing. Marhaban Yaa Ramadhan.
Thursday, September 01, 2005
Perkenalan Pengurus HIPPMAS
Pembina yang hadir diantaranya Bapak Drs. H. Bambang Hirawan dan Bapak Budi Setiawan sendiri selaku tuan rumah. Pak Budi Setiawan ini adalah Bapak dari Tri Budi Ambarwati (Detrie), bendahara Umum HIPPMAS. Beberapa artis Banyumas yang diundang berhalangan hadir, diantaranya Mas Pangky Soewito (pemain sinetron), Mas Ebiet G. Ade (penyanyi), dan Iparto Gombong (pemain sinetron).
Namun mereka menyatakan mendukung kegiatan HIPPMAS ini. Seperti Iparto Gombong sebetulnya kepengin sekali datang, tapi Jam 13.00 telpon katanya baru saja selesai MC di Tangerang. Sehingga tidak bisa mengejar untuk pertemuan kali ini. Tapi di lain waktu Insya Allah bisa hadir, katanya. Mas Ebiet juga ternyata sedang ada job menyanyi sehingga kali ini tidak bisa hadir. Mas Pangky sendiri sudah janji kalau tidak ada shooting mau datang, tapi sampai pertemuan selesai ternyata tidak datang juga.
Pertemuan diawali dengan nyanyian oleh Mas Jhoni, kemudian aku sebagai MC memandu acara dengan diawali pembukaan, lalu perkenalan pengurus HIPPMAS periode 2005-2008, tanya jawab, pembentukan panitia Gerak Jalan Santai di Monas, dan ditutup dengan ular-ular oleh dua pembina yaitu Pak Bambang dan Pak Budi Setiawan.
Acara berlangsung sampai pukul 15.30. Pak Budi sendiri sebagai tuan rumah dan pembina HIPPMAS menyatakan senang dengan pertemuan ini. "Angger arep pertemuan ora nana nggon, ya uwis nang kene baen" begitu katanya. Rumahnya memang sangat besar dan luas bagi orang kebanyakan. Sehingga kedatangan anggota HIPPMAS yang sekitar 60 orang tidak begitu keliatan padat, hanya terkumpul di pendopo pojokan rumah saja. Hanya mobil di lahan parkir yang kelihatan penuh.
"Mudah-mudahan ora anget-anget ndog ayam" jere Pak Bambang. Ya Pak, moga-moga langgeng terus perkumpulan lan pasedulurane. Amin.
Friday, August 05, 2005
Dibalik Layar Kuis Siapa Berani Indosiar
Terus aku njajal SMS maring anggota HIPPMAS liane sing nomer HP ne ana nang phonebook HP-ku. Ana Resy, Detrie, Nina Nuryana, Emi Pujiati, Dhina, Kang Ali S, Kang Fahmi. Nganti tekan seminggu latihan, wong sing melu latihan nembe kurang lewih 10 wong. Detrie esih nang Bali, Resy lagi nang Makassar, Bojone Marsono sing maune arep melu esih nang Malang. Nina esih nang Rawalo. Tujune Kang Ali S. gerak cepat. Kang Ali S langsung inisiatif nggawa kanca lan sedulur mbok jere sapa pesertane esih kurang. Terus digawa Kang Sigit, Mas Gatos S, Mba Sri M, Yu Nuur karo kancane Yu Nur sing jenengane Bety maring nggon latihan nang Cempaka Putih.
Mas Untung Suwignyo ndeleng sing latihan esih kurang wong terus nelpun Mas Edwin. Ee ora dinyana Mas Edwin sing Inyong uwis kenal sedurunge bungah pisan kon melu KSB. Lha seteruse Kang Edwin nggawa kancane, Mas Herry Marhono lan Bintoro. Tekan ngonoh urung rampung, sing arep kon dadi pengiring musik, Pak Cipto karo putrane Bu Kessy sing kon melu ora gelem. Waduh kepriwe kiye. Ya uwis lah, ora nganggo musik-musikan ya ora papa. Tapi Kuasa Allah, ternyata Mas Herry Marhono sing melu latihan belakangan, ternyata duwe studio musik lan pancen pinter musik. Ya uwis kloplah, latihan berikut Mas Herry wis nenteng Organ.
Lha latihan karo deiringi musik rasane lewih kepenak tur nembange bareng ora pating kethanthil.
Seminggu sedurunge tampil. Lita nlpon maning Inyong nek kemungkinan Group HIPPMAS arep menang terus melu KSB Sekali dina jemuah. Berarti dina Kemise melu KSB, dina jemuaeh langsung KSB sekali, wah,,,,kelabakan. Saking terbatase wektu ketemuan, Mba Lita ndikte nyanyian nggo KSB Sekali liwat telpon.
Dadi seminggu menjelang tampil, latihane ora mung se-lagu, ning rong lagu lan rong gaya. Ora gumun angger lagu sing nggo KSB sekali, pada urung apal. Apamaning gayane. Dites siji-siji nang Lita. Aku karo Kang Ali S sing dites keloron bae urung apal. Terus sing liane, ya pada urung apal. Apamaning Mas Gatot, lucu banget. Dites kon nembang, malah bolak-balik takon bae. Persis kaya pelawak srimulat arep kon nembang. Takon bae ora molai-molai nembang.
Latihan ora mesthi lancar. Sing paling nggegeti tur nggregeti kiye Mas Harry Marhono, pengiring musik. Kancane wis pada teka jam 7, setengah wolu ditelpun jere nembe mlebu tol kebon jeruk. Magane ngerti dhewek, jalan tol nang njakarta ora tau bebas macet. Ya uwis, tekan nggon latihan ya biasane jam 9. Angger wis kaya kuwe kanca-kanca terpaksa kudu mulur wektu latihane nganti jam 10 utawa 11 mbengi.
Latihan Dina Minggu dadi arena nggo golet klambi sing jenengane Armylook. Rame-rame maring ITC Cempaka Mas, nggolet klambi Armylook. Inyong dhewek karo bojo ora puas nggolet nang kono, terus plencing maring Pasar Senen. Lha nang Senen lantai 3 kan nggone klambi-klambi tentara. Ya uwis tuku bae nang kono. Regane ya lewih murah.
Pas Dina Kemise, tanggal 4 Agustus, jan-jane peserta kon padha ngumpul jam 08.00 nang Studio Indosiar. Mangkat sekang ngumah dewek-dewek. Tekan jam 08.00, sing keton wis tekan nang Studio nembe pirang glintir. Atiku deg-degan, mbok nganti pada telat. Lita dewek tek tlepun esih nang Semanggi. Nganti tes yel-yel wis dimolai, Kang Sigit urung keton. Jere esih macet nang tol kebon jeruk. Pancen si ana Mas Untung sing cadangan, ning Lita dewek ya urung keton. Mentale padha molai ciut krungu Yel-yel kelompok liane sing kompak banget,sementara Lita sing nggo ndel-ndel urung tekan.
Untung, jam 09.00 Lita muncul wektu lagi grup HIPPMAS lagi dites yel-yel. Dasar artis, keri ora grogi utawa isin, ya langsung melu ngibing sekang kadohan. Kabeh wong sing nang studio pada mendelo ndeleng Lita sing tekane keri. Ora mendelo jengkel, ning mendelo seneng. Lita wis teka. Mental molaih pulih.
Pas Jam 09.30 acara KSB molai, MC-ne Maudy Kusnaedi karo Izhur. Group HIPPMAS olih giliran disit dewek, nembang yel-yel. Terus kelompok B,C,D lan E. Kelompok B Sekang Makassar, kelompok C sekang Arema Malang, kelompok D sekang luar jawa, kelompok E sekang keluarga Panggabean. Sing keton kompak banget pancen kelompok E sekang keluarga Panggabean.
Seteruse, sekang Group HIPPMAS sing juara 1 olih hadiah TV 21 inci, Marsono. Juara 2 olih kompor gas, Lita Soewardi, juara 3 olih peralatan masak, Emi Pujiati, juara telu olih olih Rice Cooker, Bojoku, Esti Kusumastuti, juara 4 olih panggangan roti, Eko Purwanto Bawor. Terus unggal peserta olih Indomie setengah dus karo minyak goreng 2 botol lan mentega bungkus 2 sachet. Uga olih uang transport sekang PT Triwarsana, penyelenggara Kuis, Rp.400.000.
Lumangyan. Baline mampir KFC, mangan bareng ngiras-ngirus milih kepengurusan HIPPMAS lan ngrembuk rencana kegiatan HIPPMAS. Ji,,,,ro,,,,lu,,,,pat. Hidup HIPPMAS
Monday, July 25, 2005
Menjadi Among Tamu
Ada yang lain pada peristiwa resepsi pernikahan kali ini. Yaitu ornamen dan setting gedung pernikahan yang sangat futuristik dan anggun dengan didominasi daun, bunga, dan pohon-pohon kecil sehingga ruangan terkesan dan terlihat sejuk, asri, dan sangat enak dipandang. Dengan MC yang profesional dan sound system yang prima, perhelatan itu menjadi sesuatu yang indah.
Peran aku dan istriku adalah sebagai pengiring pengantin dan among tamu. Mengenakan beskap jawa lengkap. Selain aku dan istri, pengiring pengantin didominasi oleh saudara dari pihak perempuan, diantaranya pasangan dari kakak Ajeng yang berasal dari Prancis. Jadilah arena percobaan bagi bule Prancis serta anak dan rekan-rekan anaknya yang asli bule memakai beskap lengkap Jawa
Dengan diiringi lagu-lagu instrumental slow rock, perhelatan berlangsung meriah. Para tamu nampak gembira. Diantara para tamu terlihat Om Wisnu yang dirut sebuah stasiun televisi. Juga Mba Lita Soewardi yang bintang sinetron. Ada juga banyak orang-orang banyumas yang berasal dari KAMABA senior serta handai taulan semua.
Ada satu hal yang sangat mendebarkan ketika resepsi sudah akan dimulai, sementara tidak ada air putih segelaspun untuk minum tamu. Bukannya tidak menyediakan, tapi toko minuman yang dipesan dengan beberapa dus aqua, coca cola, fanta dsb, sampai pukul 19.00 ternyata belum mengirimkan pesanannya. Padahal seharusnya pesanan minuman tadi sudah sampai di gedung pukul 15.00 wib. Akhirnya ada saudara yang mengambil langkah darurat dan tepat, yaitu membeli aqua gelas di tempat terdekat. Wah, deg-degan sampai jantungnya mau copot. Untung sebelum acara pemberian selamat kepada pengantin dimulai, aqua gelas sudah sampai di arena gedung dan secepatnya ditata oleh waiter.
Acara berlangsung sampai pukul 21.30. Sebuah peristiwa yang berkesan.
Saturday, July 16, 2005
Pulang Kampung
Kurang lebih jam 13.15 wib kereta sampai di Stasiun Purwokerto. Aku sengaja tidak langsung menuju ke kampungku di desa Banjarparakan, kec. Rawalo, tapi mampir dan menginap dulu di Tipar Purwokerto. Maka dengan memakai dua becak aku meluncur ke rumah Bu Liknya istriku. Sampai di sana nggak lama kemudian aku sekeluarga jalan-jalan ke MORO yang saat itu ramai pengunjung.
Perjalanan kali ini memang lain dari biasanya, karena pulang kampung kali ini adalah dalam rangka menghadiri resepsi perkawinan keponakanku dari kakakku yang perempuan di Rawalo. Maka ketika sampai di Rawalo, banyak bertemu sanak saudara yang sudah puluhan tahun tidak ketemu.
Nggak lupa juga, aku sempatkan nyekar ke makam kedua orang tuaku di pemakaman desa Banjarparakan. Dengan menghubungi Bapak Kunci, aku sempat berziarah dan berdoa di "Cungkup" atau makam Mbah Wafik atau orang desa biasa menyebut Sunan Papak. Lega rasanya, soalnya lama nggak nyekar, sekarang mendapat kesempatan untuk nyekar ke makam orang tua sekaligus bisa berziarah dan berdoa di depan makam Sunan Papak.
Di desa, acara rutin adalah berkunjung ke saudara, diantaranya ke rumah Heri, keponakanku di Margasana. Kebetulan di belakang rumah keponakanku ada empang yang banyak ikan lelenya. Aku dan Naufal sempat mancing dan mendapat beberapa ekor lele. Wah seneng banget rasanya. Soalnya baru kali ini merasakan mancing yang dapatnya gampang banget,,,,wong ikannya ada 4 ribuan katanya,,,,,
Di kampung aku tinggal di Rumah Kakakku nomer 2 yaitu Mas Nasum dan istrinya Yu Yati. Singkat cerita, hari Senin sore aku kembali ke Purwokerto dengan diantar oleh keponakannya Yu Tiah. Di Purwokerto sempat makan rujak belong, dan mampir ke toko aneka sari untuk membeli oleh-oleh. Juga sempat beli 2 kaos dan 1 jaket di MORO untuk dibawa ke Jakarta. Hiks,,,,lucu, di Jakarta apa-apa ada, tapi beli pakaian malah di Purwokerto. Habis lupa bawa jaket, padahal di kereta Eksekutif Purwojaya kalau jalan malem rasanya dingin sekali. Wah kalau nggak pakai Jaket, bisa mengigil kedinginan. Terus, 2 kaos yang aku beli, nambah koleksi 1 kaos yang aku beli pas baru nyampe di Purwokerto. Kaosnya enak dipakai. Nggak pakai krah, tapi ada sakunya,,,,,wah di Jakarta nyarinya agak susah kayanya,,,,,
Di Purwokerto aku sempat jalan-jalan pagi ke alun-alun bersama Naufal, juga makan ayam tulang lunak "mbok Sarun", dan minum es kelapa kopyor campur coklat di Cafenya MORO,,,,wuah seger banget warah,,,,,Yang aku heran, waktu aku jalan-jalan pagi mau ke alun-alun, aku baca ada rumah makan yang jual "es gamelan" wah,,,,minuman apa lagi ini. Tapi aku belum sempat nyoba. Ada juga "es njepit" wah apamaning kiye,,,,,Juga belum sempat nyicipi. Ya mudah-mudahanlah lain waktu, kalau ke Purwokerto lagi nyobain es gamelan karo es njepit. Insya Allah.
Saturday, June 25, 2005
Rapat APPIDI
Banyak yang dibicarakan dalam rapat itu. Rapat yang dipimpin oleh Drs. Sukman Hermawan itu membahas tentang rencana ngadain Rakernas APPIDI yang rencananya dibuka oleh Presiden SBY di Istana.
Wah, memang kelihatannya huebat. Tapi masukan dari peserta rapat rata-rata berharap agar program Rakernas ditunda dulu. Tujuannya untuk mengumpulkan kekuatan atau konsolidasi organisasi, supaya nanti pas Raker dan dibuka sama Presiden di Istana, nggak malu-maluin karena orangnya nggak kualitas.
Jadi peserta rapat berharap dan usul supaya diadakan konsolidasi organisasi dengan mengadakan sebuah kegiatan yang diikuto oleh pengurus-pengurus dari daerah. Baik DPW maupun DPD, Gitu.
Yah, mudah-mudahan program ini bisa terlaksana dengan baik. Aku sendiri rencananya mau jadi sekretaris panitia Rakernas. Gitu lhoo.
Friday, June 24, 2005
Tunggu Manuk
Aku angger dina Minggu esuk ora keri nunggu-nunggu siaran sekang RRIPurwokerto, terutama acara MIRA, Minggu Gembira. Jan suarane penyiare renyah banget, pantese sing duwe suara ya ayu.Gaga (ladang) duweke ramaku ora adoh sekang umahku, mung sekilometer adoeh,,,,dadi angger awan-awan wis kencot, ya aku bali dhisit maring ngumah madhang awan. Lawueh jan enak banget, jangan gandhul, tempe goreng, karo krupuk plembang sing regane selawe perak. Segane punel anget, ditambah sambel trasi. Waduh,,,,,,uenake,,,.Biasane wong nang ndesaku angger mangsan pari gaga, mesthi gaga padha detunggoni, aja nganti parine dithotholi manuk, jan kebiasaan ngati-ati utawa hemat sing bisa diconto kanggo jaman siki. Biasane nggo mbantu nggurah (ngusir) manuk, gawe wong-wongan utawa bendera-bendera sekang plastik, kon sangkane manuke padha wedi, dadi mabur maning angger menclok nang wit pari.
Pegaweaane masyarakat nggonku pancen sing akeh petani.Ning sing lewih akeh maning petani sing ora duwe sawah utawa gaga (ladang), alias mung buruh tani.Angger esuk-esuk wong wis gemlidir liwat dalan sebelah umaeh ramaku.Ana sing nggawa arit, ana sing nggawa kranjang, pacul lan lia-liane alat pertanian. Sing akeh ya mung padha arep mburuh kerja nang sawaeh juragan. Biasane angger wit pari wis kuning, wis owe, wis mangsane dipet, tangga-tanggaku kuwe mau padha melu derep, alias ngemet pari nang sawah utawa gaga. Biasane mbawon, utawa presenane mara pira,mara sepuluh apa mara limolas. Angger mara sepuluh ya angger olih sepuluh kilo upaeh sekilo, angger mara limolas berarti ulih sekilo angger derepe olih limolas kilo.
Pancen rekasa. Ning kepriwe maning.Ora nana pilihan urip, kanggo nyukupi kebutuhan mangan anak lan putune.Jan-jane angger kon milih kepengin dadi apa, kayane si kepengin dadi pejabat. Ning boro-boro dadi pejabat wong sekolaeh bae mung nganti kelas 2 utawa 3. Paling dhuwur ya sing bisa tamat SD. Dadi wis mesthi ora adoh-adoh, angger ora buruh macul utawa matun, ya paling-paling dagang sayuran utawa buah-buahan cilik-cilikan nang pasar.Kemiskinan kayane pancen turun temurun. Kawit wong tuane pancen wis dadi wong ora duwe. Ditambah maning semangat nggo ngenyam pendidikan sing lewih dhuwur kayane ora nana. Ya uwis.
Mbuh kepriwe pemerintah kayane ora tau tanggap maring kahanan rakyat cilik, termasuk sing nang ndesaku.Ana siji loro sing bisa dadi pegawe. Pegawe kelurahan, kecamatan,guru, utawa pegawe bank BRI. Ning pancen sing bisa dadi pegawe mau mesthi rata-rata anake wong cukup utawa wong sugih. Soale wis mesthi bisa nyekolahna anake nganti dhuwur, utawa bisa nyogok kon anake bisa dadi pegawe.