Monday, November 24, 2008

Jakarta Teacher Club XII

Kemarin, Hari Rabu, 5 November 2008 sekitar pukul 13.00 sd 17.00 saya berkesempatan menimba ilmu dengan mengikuti pertemuan Teacher Club XVII Jakarta yang diadakan di Flamboyan Room Lt.6 Gedung Jakarta Design Center (JDC), Jl. S.Parman Kav.53-54, Slipi, Jakarta Barat. Acara diikuti oleh sekitar 300 orang perwakilan dari berbagai sekolah baik negeri maupun swasta, lembaga2 riset pendidikan, pemerhati serta praktisi pendidikan se Jabodetabek.
Sekedar diketahui, Teacher Club Jakarta adalah sebuah forum pendidikan yang secara periodik diselenggarakan bagi guru, pemerhati, dan praktisi pendidikan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama dengan sebuah maksud memberikan pembelajaran bermutu.
Kali ini, diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman adalah :
Mr.Oene Schreuder, M.Ed , (54 th),Education Consultant kelahiran Belanda yang menjadi dosen tamu di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Bonifasius Fian Falopi, (25 th), Education Consultant, yang pernah mengajar di SMA Marangkayu di pedalam Kalimantan, dan
Octavia Wuri Pratiwi, (23 th) seorang pengajar di Taman Bermain / Sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu di daerah Cinere, Depok.

Tema yang diusung kali ini adalah "Menuju Sekolah Berkualitas" seri ke 6 "Involving Community To Enhance Learning Quality"Narasumber yang berbagi pengalaman pertama adalah Bonifasius Fian Falopi, yang pernah mengajar di SMA Marangkayu di pedalaman Kalimantan. Sambil memperlihatkan foto-foto keadaan di sana, Fian menceritakan bagaimana keadaan murid, guru, dan masyarakat di sana. Guru dan murid harus berjalan kaki atau naik sepeda motor di atas jalan yang beraspal meleleh, sebutan untuk jalan yang masih asli tanah sehingga bila hujan maka jalananan bisa berubah menjadi sungai atau jalan berlumpur yang dalam.

Jadi betapa kondisi daerah menjadi kendala bagi terlaksananya proses belajar mengajar yang baik. Guru dan murid yang sering terlambat datang ke sekolah, dsb menjadi kendala yang banyak dihadapi. Tapi bagi Fian, ini merupakan tantangan yang harus dihadapi. Dia bisa merubah dengan mengajak guru-guru yang lainnya dan murid-muridnya bersemangat pergi ke sekolah. Caranya adalah dengan membuat mereka menjadi bagian dari masyarakat sekitar, merasa berguna bagi masyarakat sekitar. Maka dengan beberapa kali pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat dan juga camat akhirnya masyarakat, pihak sekolah, dan pemerintah daerah setempat bahu-membahu mengeraskan jalan yang berlumpur. Juga murid-murid biasa dikerahkan untuk membersihkan pasar satu-satunya di daerah tsb yang biasanya kotor dan kumuh, juga mengajak guru yang lainnya dan murid-murid untuk menanam pohon-pohon buah dan tanaman hias di sekitar sekolah mereka. Hal ini rupanya juga merambah ke praktek toleransi beragama, di mana semua anak, tidak melihat latar belakang agamanya, terbiasa membersihkan tempat-tempat ibadah yang ada di sekitar sekolah mereka, baik masjid maupun gereja. Intinya adalah jadikan sekolah disamping sebagai tempat belajar, juga dapat menjadi tempat mengabdi kepada masyarakat sekitar. Sekolah menjadi School Social Responsibility.
Pembicara yang ke dua adalah Octavia Wuri Pratiwi, seorang gadis berusia 23 tahun, yang masih sangat muda yang beralamat di Meruyung, Depok (alamat lengkapnya saya simpan). Dia tidak mau menyebut tempatnya mengajar sebagai sekolah, tapi cukup disebut Taman Bermain. Ya, dia juga membawa foto2 tempat dia mengajar dan anak-anaknya. Tempatnya sangat sederhana. Di atas atap sekolah yang berupa asbes ada pohon nangka (kethewel) yang bila sudah masak lalu jatuh, maka menimpa atap sekolah dan bolong. Maka kalau sedang musim hujan, anak-anak yang masih usia TK/SD itu harus dipulangkan lebih awal karena gedung tempat bersekolahnya bocor. Sebenarnya kalau melihat fotonya si tidak pantas disebut gedung ya. Ya hanya semacam garasi mobil atau becak di kampung. Tapi Octavia Wuri Pratiwi tetap bersemangat untuk mengajar anak-anak dari golongan tidak mampu tersebut dengan gratis tanpa membayar sedikitpun. Ya rupanya masih ada juga relawan yang mulia seperti dia, ada tidak jauh dari kota Jakarta.

Oktavia juga berhasil menggerakkan dan memberdayakan masyarakat setempat, khususnya kaum wanita, untuk ikut menjadi tutor atau guru di sekolah tersebut. Ketika ditanya peserta yang lain, apa mereka mau, tidak mendapat imbalan? Ya mereka mau saja, karena disamping senang dapat memberikan ilmu kepada anak-anak kurang mampu, mereka juga sekaligus belajar menjadi guru/pendidik. Siapa tahu, suatu saat mereka juga bisa mengajar di sekolah yang lain yang mendapatkan imbalan. Sederhana. Tapi sangat mulia.
Pembicara yang terakhir adalah Mr.Oene Schreuder, M.Ed atau yang akrab dipanggil Pak Une. Lelaki umur 54 tahun yang asli Belanda ini rupanya lumayan fasih berbahasa Inggris dan juga Indonesia. Maka diapun membagi pengalamannya memakai dua bahasa itu berselang-seling. Sangat lancar jika memakai bahasa Inggris, tapi agak kagok jika memakai bahasa Indonesia. Tapi mungkin dia tahu, banyak di antara peserta yang kurang mengerti/bisa berbahasa Inggris, sehingga Beliau sering berusaha untuk menggunakan bahasa Indonesia, walaupun sedikit kagok. Ya namanya lidah Belanda.

Mr. Une banyak memaparkan kondisi pendidikan di Indonesia. Beliau lebih banyak menyoroti faktor-faktor mikro yang dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia. Meskipun sesekali juga dipancing oleh pertanyaan peserta hal-hal makro seperti halnya kurikulum, kebijakan pemerintah, dsb. Mr Une membawakan tema `The Parents' role in Education.
Menurut observasinya, gambaran fenomena pendidikan di masa sekarang adalah sebagai berikut:
* Artikel: "Sinetron kalahkan jam belajar masyarakat"
60% gedung sekolah di Indonesia dalam keadaan rusak ringan sampai roboh, berbahaya.
45 persen dari sekolah SD di Jawa belum punya listrik
Angka "Drop Out" atau "putus sekolah" tidak menunjukkan grafik menurun
Ancaman anak-anak lari ke Narkoba, karena tidak dapat pendidikan yang menyenangkan, hanya ada pendekatan teoritis
Frekuensi dan modus perkelahian pelajar makin mencemaskan (Geng Nero, dsb)
Prestasi (bukan angka kelulusan ) UAN makin menurun dan perlu ada konversi nilai
Menurut research FIP UNY : 42% anak SD mempunyai "kesulitan belajar" (bukan "learning disability'!)
Kepandaian matematika ada di urutan ke 38 dari 40 negara yang disurvey, berdasarkan catatan dari pengawas pendidikan dari Australia.
Ada banyak anak SMA yang tak berhasil untuk menjawab operasi perhitungan yang simple, atau tidak mampu menulis paragraph yang logis; siswa SMA tidak mampu mengidentifikasi gagasan pokok sebuah paragraph.
Konversasi sederhana dalam bahasa Inggris jadi "momok", walaupun tingkat kesulitan teori grammar di metode-metode SMP sudah mendekati tingkat universitas.
Orang tua semakin diberatkan dengan kompetisi sekolah favorit, bimbingan belajar yang mahal yang diperlukan untuk mempersiapkan anak muridnya.
Kurikulum semakin padat dan `maju' dari tingkat atas ke bawah; contoh kelas 3 SD IPS-Ekonomi, Kelas 1 SD IPS ; tes.
Penyelidikan menunjukkan bahwa anak Indonesia berkurang 10% di tes IQ di banding standar internasional, karena pola gizi kurang dan buruk.

Pasti kita cari sebab-sebab, dan secara spontan kita akan mengatakan bahwa penyebab utama rendahnya kualitas pendidikan adalah kurangnya DANA. Terus : jumlah murid di kelas terlalu banyak, gaji guru masih kurang mencukupi untuk hidup, kesadaran/pertanggungjawaban dari pihak orang tua belum cukup. Masih sering kita mendengar : "Saya memasrahkan saja anakku kepada pihak sekolah, asal dia lulus dan dapat ijasah".
Semua fakta ini dapat membuat kita pesimis dan pusing sampai kita tidak mau lagi memikirkan langkah-langkah untuk perubahan/perbaikan yang dibutuhkan

Tapi di dalam masalah2 ada peluang juga:ada kesempatan untuk bersinergi dengan semua pihak yang punya kaitan dengan pendidikan seperti: Staf Sekolah, Orang Tua Muris, Komite Sekolah, Masyarakat di sekitar sekolah, Dinas-Dinas, LSM-LSM, Perusahaan-Perusahaan.
Dengan upaya untuk mengatasi kekurangan, memperbaiki kondisi fisik sekolah, dan, last but not least:yang sangat diharapkan yaitu:membuka diskusi untuk inovasi pendidikan dan menerima masukan2 dan bantuan dari pihak luar sekolah.
Ini berarti, kita berangkat dari sisi optimis:sikap ini ditunjukkan oleh orang-orang yang masih mampu melihat titik terang dalam terowongan gelap dunia pendidikan kita.

Ungkapan bijak yang selalu mereka pegang adalah: "every cloud has a silver lining"
Kalau kita menonton film seperti "Laskar Pelangi", kita bisa mengambil hikmah dari cerita itu:"jangan pernah menyerah" dan : " kita di dunia ini hidup untuk memberikan sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya".
Pendidikan adalah peran kunci yang sangat penting untuk membangkitkan bangsa kita.
Contohnya: setelah Perang Dunia II Negara Jerman hancur total, tapi mereka bisa bangkit cepat dalam kurun waktu 15 tahun mereka sudah pulih, sebagai Negara yang paling maju di dunia (`Wirtschaftswunder')

Dan ini bukan karena surplus SDA atau SDM, justru tidak. Jerman bangkit karena pengetahuan/ilmu yang sudah tinggi sebelum perang, tidak hilang.
Kita lihat contoh-contoh lain seperti ini: semua Negara di era dan daerah post komunisme yang punya pendidikan berkualitas dapat berkembang dan bersaing di dunia global, walaupun start mereka dari titik nol. Ceko, Polandia, Hongaria,Rusia.
Contoh yang lain adalah Finlandia dan Jepang. Waktu Kaisar Hirohito menyaksikan kehancuran negaranya setelah bom atom, dia berkata: "Masih ada berapa orang guru yang hidup?" Beliau menyadari betul kepentingan pendidikan.

Mari, kita mulai menyibak tirai masa depan bangsa ini melalui pendidikan!
Mari kita buka pintu sekolah untuk seluruh pihak yang terkait dengan pendidikan!
Jangan menyerah sebelumnya, karena usaha-usaha yang disebut di bawah ini tidak membutuhkan dana besar, hanya semangat dari orang yang memperdulikan pendidikan!!
· Apa yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan kualitas pembelajaran?
Suport untuk anak-anak di rumah, terutama:
Berilah perhatian dengan bertanya tentang belajarnya anak di sekolah, sosialisasi dengan teman kelas, perasaan-perasaan anaknya.
Perhatikan pola gizi.
Perhatikan kesehatan, ritme seharian (aktivitas-tidur)
Beri ruang yang kondusif untuk belajar di rumah
Perhatikan, jangan terlalu banyak nonton TV dan main PS
Beri masukan untuk bermain, hobi, dan berekreasi yang sehat
Kurangi paksaan untuk mengikuti sekolah, kursus, les di luar jam sekolah
Tumbuhkan minat baca di dalam diri anak.
Beri support untuk mengerjakan PR; tapi PR adalah tanggung jawab anak.
Doronglah agar anak selalu pergi ke sekolah.
Jika anak mengadu tentang guru dan temannya, cek dulu kebenarannya.
Pertimbangkan yang matang untuk ikut bimbel/les
Pertimbangkan dengan baik tentang "kematangan anak TK yang mau masuk SD, karena dapat mempengaruhi kemajuan anak di sekolah SD selanjutnya.
· Relasi langsung dari Orang Tua murid dengan Guru, Kepala Sekolah, (Selain Lewat Komite Sekolah)
Hubungan baik, interest, dan support dari orang tua
Komunikasi secara rutin dengan wali kelas mengenai : perilaku, kemajuan, atau problem anaknya sendiri.
Adakan "Home Visit" dari wali kelas ke murid
Pertemuan regular antara guru-guru dan semua OT-murid untuk membahas program belajar sekolah dan untuk mengevaluasi prosesnya.
Adakan acara "open house" untuk OT (pentas seni budaya, agama, olah raga bersama, dll)
Beri kesempatan buat OT untuk berpartisipasi/bantu sekolah di kegiatan-kegiatan tertentu: missal, Bantu kelompok anak dengan kesulitan belajar, reading programme/perpustakaan, kegiatan ekskul, membantu TU, administrasi sekolah.
Ini semua adalah pemaparan yang disampaikan oleh Mr.Une dengan sedikit kesulitan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi kita dapat sangat jelas menangkap filosofi dan ilmu yang diberikan olehnya. Maka secara tulus ikhlas dan dengan kerendahan hati saya pun menyalami dan mengucapkan terima kasih kepada beliau.

Tuesday, July 08, 2008

Liburan Kenaikan Kelas Anaku

Alhamdulilah anakku Naufal naik ke kelas 3 dengan nilai yang baik dan memuaskan,,,,maka liburanpun diisi dengan jalan-jalan di kota kelahiranku, Purwokerto.

Berangkat dari Jakarta sekitar jam 05.45 Wib langsung menuju Purwokerto lewat jalur utara. Berangkat berenam yaitu Aku, Naufal (anaku), Esti (istri), Evan (Adik ipar), Nani (istri Evan), dan Mertua perempuan. Naik mobil Suzuki APV Arena tahun 2008, terasa sesak juga, karena bangku terisi semua. Aku di depan bersama Evan yang jadi Pak Sopir, Istri, Nani, dan Ibu di bangku tengah, sedangkan Naufal anaku di bangku belakang. Dua bangku digulung ke depan untuk tempat barang-barang dan pakaian ganti selama di Purwokerto.

Berhenti beberapa kali untuk sekedar buang air kecil dan di bribes untuk membeli telor asin langganan mertua. Sampai di Purwokerto kurang lebih jam 14.00. Kami istirahat makan siang dulu di Rumah Makan Nusantara masakan Padang di sebelah SMA 4 Purwokerto. Dulu tahun 86, waktu aku masih sekolah di Pwt, rumah makan ini jelas belum ada. Wah sekarang rumah makan segede rumah makan padang sederhana di Jakarta ternyata sudah ada di Purwokerto. Masakannya pun tidak jauh berbeda dengan masakan restoran padang sederhana yang ada di Jakarta.

Setelah itu, kami langsung menuju rumah yang baru akan diresmikan penggunaannya pada malam harinya. Rumah yang merupakan Town House dengan luas tanah 220 m2 ini terletak di Jl. Moh. Besar Purwokerto Utara, tepatnya di depan SD Kuthasari 3, sekitar 300 m dari kolam renang Langen Tirto. Hawa sejuk langsung terasa. Air yang mengalir di selokan samping rumah juga sangat jernih, sama seperti air pegunungan yang diangkut dengan mobil tangki untuk air isi ulang di Jakarta.

Maka kolam renang langen tirto tidak pernah kehabisan air, karena airnya berasal dari curahan yang mengalir mungkin dari Gunung Slamet. Beda dengan kolam renang salah satu teman di Paguyuban Jateng yang ada di kawasan Pondok Indah. Kolam renangnya terpaksa diisi dengan air mineral isi ulang (mobil tanki air pegunungan) karena tidak mendapatkan air yang jernih di Jakarta ini. Terpaksa harus membeli air beberapa tanki dari kawasan bogor.

Malam harinya, acara peresmian, atau tepatnya selamatan menempati rumah baru. Tahlilan dipimpin oleh Kyai setempat dan diikuti oleh para tetangga dan juga para kuli bangunan yang masih menyelesaikan proyek Town House yang ada. Hadir juga Bapak Dullah dan istri (Kamaba senior yang sekarang sudah menetap di Pwt), juga Bapak Kolonel (Purn) Kusmandar, anggota Kamaba Senior yang juga mantan anggota DPRD DKI dan sempat akan mencalonkan diri menjadi Bupati Banyumas tapi urung dilakukan. Sekarang juga menetap di Purwokerto, walaupun masih ada rumah juga di Jakarta.
Rupanya memang ada trend di kalangan orang Banyumasan yang lebih senang kembali ke kota asalnya ini ketika memasuki masa pensiun. Tidak mengherankan bila ada yang menyebut Purwokerto sebagai kota pensiunan.

Kamis paginya kami ke tempat saudara yang baru saja kesripahan ditinggal ibunya, di sekitar pasar wage, kemudian ke rawalo ke rumah kakak, Mamak, dan keponakanku yang di Margasana.
Selanjutnya setiap pagi molai hari Jum’at, anaku ketagihan untuk berenang di kolam renang Langen Tirto. Jum’at, Sabtu, dan Minggu. Pagi-pagi, sekalian mandi pagi lah,,,
Aku ya mau ngga mau mesthi ikut nemanin anaku.

Hari Jumat sore menuju lokasi wisata Baturraden. Sempat makan sate ayam, mendoan, dan minum susu sapi segar yang hangat di pinggiran air terjun. Ada juga yang makan pecel dan jagung baker. Semua makanan enak-enak, dan harganya relatif murah. Apalagi mendoannya wah,,,kayanya nggak ada duanya deh. Gurih, mirasa, dan tentu saja hangat. Lebih pas lagi karena minumnya susu murni yang segar dan hangat.

Selanjutnya makanan lain yang sempat dicobain adalah keong yang berkuah di Jl.Kauman Lama Purwokerto, tepat di depan kantor PCNU Purwokerto. Tidak ketinggalan Soto Jasim Jatilawang, dan yang baru adalah Sroto Bu Rasmudi di Jl.Sela Kambang Purbalingga. Tepatnya di depan tugu, di seberang Kodim Purbalingga. Srotonya benar-benar segar, sehingga habis sampai tetes terakhir (kaya semboyan es teller 77 aja) Dagingnya banyak, ukuran mangkoknya jumbo, wuih,,,menggeh-menggeh, ora wani nambah mbok kewaregen.

Selain itu ada pecel yang memang enak. Rebusannya benar-benar lunak sehingga nggak ada sayuran yang ngganjel di lidah. Bumbunya ngga pedas tapi buket dan manis. Pecel kayanya ada di mana-mana. Di samping di lokawisata Baturaden, saya juga beli yang di halaman kolam renang Langen Tirto dan juga kali lain yang di seberang jalan di depan kolam renang. Semuanya enak dengan harga sangat terjangkau.

Minggu pagi sekitar jam 10.00 wib kami meninggalkan Kuthasari menuju Jakarta. Sampai di Jakarta sekitar pukul 21.30 Wib. Untuk sementara, rumah Kuthasari ditungguin orang. Rumah itu akan digunakan jika kami kembali ke Purwokerto.

Sunday, June 22, 2008

Silaturrahmi Paguyuban Jateng Berlangsung Meriah

Meskipun hujan deras di hampir seluruh Jakarta pada hari Sabtu (14/6) kemarin, dan masih tetap rintik-rintik sampai sesudah adzan maghrib, namun tidak menyurutkan para penggemar wayang untuk berduyun-duyun mendatangi tempat acara di halaman RRI Jakarta, semalam. Sekitar seribu orang memadati area pertunjukan. Seluruh kursi yang disediakan panitia berjumlah 600 kursi penuh. Selebihnya duduk-duduk lesehan di sisi kiri (teras Gedung RRI Jakarta), sebagiannya lagi berdiri di belakang kursi-kursi tamu dan di luar pagar di pinggir Jl. Merdeka Barat.

Nampak hadir Pembina Paguyuban Jateng, Jenderal (Purn) Wiranto, Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Mantan Kapuspen Kejagung R. J. Soehandoyo, Mantan Ketua Umum Paguyuban Jateng yang Juga mantan Wagub DKI Jakarta H.RS Museno, Pengurus Paguyuban Jawa Tengah, Pengurus Paguyuban Kota/Kabupaten se Jateng, dan masyarakat asal Jateng di Jabodetabek. Sementara Para kandidat Cagub dan Cawagub Jateng, termasuk Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo tidak bisa hadir karena kesibukannya di Jawa Tengah. Namun beberapa diantaranya mengirimkan tim suksesnya.

Acara disiarkan langsung oleh RRI Jakarta pada pukul 20.30 Wib. Diawali dengan panembromo oleh Ibu-Ibu dari Paguyuban Jateng, laporan ketua panitia oleh Kolonel (Purn) Sutjipto, SH, sambutan dari Direktur RRI Jakarta (diwakilkan), sambutan Ketua Umum Paguyuban Jateng Letjen (Purn) Bibit Waluyo yang diwakili oleh Koordinator Para Ketua, Sutrisman, dan sambutan Pambina oleh Letjen TNI (purn) Wiranto. Penyerahan wayang lakon Wisanggeni dilakukan oleh Letjen (Purn) Sutiyoso. Ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Bekasi yang asli mBanyumas (Jenengane kelalen lah)

Dalam sambutannya, Wiranto menyinggung tentang perjuangan bangsa Indonesia di masa penjajahan. Sampai pada akhirnya lahir organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang membangkitkan kesadaran kepada rakyat Indonesia untuk berjuang melalui meja perundingan atau secara politik. Dia menyontohkan bagaimana Tiga Serangkai dr. Soetomo. Dr. Wahidin Sudirohusodo, dan dr. Cipto Mangunkusumo yang telah berhasil membangkitkan kesadaran pemuda/bangsa Indonesia untuk berjuang melawan penjajah bukan hanya dengan perjuangan fisik, tapi juga di meja perundingan. Pada saat itu, kata Wiranto apabila semua orang Indonesia bersama-sama idu/meludah, maka penjajah akan tenggelam. Ini tentu bukan dalam arti yang sebenarnya. Ini bermakna apabila seluruh rakyat bahu membahu bergotong royong berjuang melawan penjajah, maka akhirnya kemenangan akan diperoleh. Dan ternyata memang demikian adanya.

Secara umum penampilan Ki Purbo Asmoro memang bagus, apalagi ditambah dengan bintang tamu sinden bule Kessy dan sepasang sinden asal mBanyumas yang gokil dan kocak yaitu Nyi Wainten dan Nyi Yani. Maka pertunjukanpun penuh dengan gelak tawa.
Ditambah dengan tampilnya Wiranto yang diajak ke panggung oleh Ki Dalang. Tidak menyangka, Wiranto ternyata sangat piawai nembang lagu-lagu jawa yang langsung diiringi dengan gending oleh pradangga dari RRI Jakarta. Bahkan ketika diberikan kesempatan yang ke dua kalinya oleh Ki Dalang, disambut dengan memberikan petuah/pesan kepada para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akan berlaga pada 22 Juni 2008, siapapun yang jadi/menang, maka Wiranto berpesan bahwa jabatan itu adalah amanah dan anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu, janganlah jabatan dijadikan sarana untuk mencari kesenangan pribadi ataupun golongannya. Kemudian Wiranto-pun nembang yang berisi pesan dari Pangeran Sambernyowo (Amangkurat) kepada para cagub dan cawagub Jateng. Acara disiarkan langsung oleh RRI ke seluruh Indonesia, sehingga mudah-mudahan sampai ke telinga para Cagub dan Cawagub.

Sebagai penitia, aku tentu menyambut kehadiran para tamu undangan, termasuk Bapak Wiranto dan Bapak Sutiyoso. Juga sempat berbincang dengan Bapak Suhandoyo, mantan Kapuspenkum Kejagung yang wajahnya sering kelihatan di televisi itu. Kebetulan beliau datangnya agak telat, sehingga luput dari perhatian panitia yang lain. Akupun menyambutnya dan mengajak ngobrol dan mempersilahkan beliau untuk duduk di barisan depan.
Hampir semua makanan yang dijajakan di tenda yang disediakan panitia aku cicipi. Bersama-sama dengan panitia yang lain, dan juga Kang Eko Bawor dan Kang Kuswandi Bakmi Margonda. Diantaranya mendoan, wedang jahe, soto Gombong, dan Nasi bebek kremes yang uenak tenan. Seperti biasa, sekitar jam 02.00 akupun bersama dengan Kang Eko Bawor dan Kang Kuswandi Bakmi Margondapun pamitan dan meninggalkan tempat acara yang masih penuh dengan penonton.

Tuesday, June 10, 2008

Legenda Candi Dieng

Alkisah, sebuah pengembaraan Candra Gupta Sandipala beserta Brahmana dan pengikut-pengikutnya di Wilayah Banjarnegara. Sampailah mereka di sebuah lereng yang bernama Dieng. Mereka disambut baik oleh Akuwu/Tetua dan masyarakat setempat.

Hubungan baikpun terjalin semakin erat karena persamaan visi dan misi dalam penyebaran agama Hindu. Eratnya hubungan ini ditandai oleh pernikahan Candra Gupta Sandipala dengan Maha Tantri Nurisia, putri dari Akuwu/Tetua Lereng Dieng

Kerjasana dan kebersamaan menguatkan perkembangan sosial ekonomi, politik, dan budaya pada waktu itu, hingga tercetuslah satu ide untuk mewujudkan satu tempat sebagai sarana peribadatan agama Hindu yaitu Candi.

Setelah merencanakan tanpa melupakan tiga unsur penting seperti air, api, dan udara, mereka lalu mulai menebang hutan/babat alas.

Berbagai rintangan dihadapi. Gangguan makhluk jin maupun gangguan fisik yang lain silih berganti. Hingga pada akhirnya berdirilah Candi Dieng nan megah, perkasa, elok nan indah bak nirwana.

Itulah Drama Tari yang dipentaskan di area "Ojo Dumeh" di Anjungan Jawa Tengah TMII semalam (7/6). Hadir Gubernur Jawa Tengah Ali Mifidz, Bupati Banjarnegara Djasri, Duta Besar Negara sahabat, Ketua Umum Serulingmas Pusat Dr.Ir.Yuwono Kolopaking, Mantan Ketua Umum Paguyuban Jateng HRS Museno, Pengurus Paguyuban Jawa Tengah, dan masyarakat Banjarnegara di Jakarta dan sekitarnya.

Menurut undangan yang "Banyumascyber " terima, para tamu undangan dimohon hadir 15 menit sebelum pukul 19.00 Wib. "Banyumascyber " sendiri hadir sekitar pukul 19.15 Wib. Disambut beberapa panitia yang menggunakan seragam batik Menjangan khas Banjarnegara, mengisi buku tamu, dan menerima souvenir yang ditempatkan di tas bergambar Pesona Wisata Kabupaten Banjarnegara atas nama Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Tas dari kertas bergambar Bupati Banjar sedang naik perahu karet Arung Jeram di Sungai Serayu dan Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas dengan warna dasar merah dan hitam ini nampak indah.

Tas sauvenir diantaranya berisi teko teh poci kecil dengan satu gelas yang terbuat dari tanah liat hasil kerajinan Klampok, Satu botol besar Sirup Salak "Azizah" dari kecamatan Madukara, Lempok/Jenang dari Salak Banjar, Gula Aren, makanan kecil dan peta pariwisata Banjar dengan judul Discover The Enchanting Tourism of Banjarnegara.

Begitu masuk ke area Anjungan Jawa Tengah, undangan langsung dibelokan oleh panitia yang jumlahnya sangat banyak itu ke tempat makan malam di sebelah kiri depan Anjungan. Makanan yang disajikan diantaranya Sate ayam Banjar, Soto Banjar, dan Dawet Ayu Banjarnegara. Ada juga prasmanan dengan menu utama ayam goreng bumbu asem manis, sop daging dan tetelan sapi, dan makanan penutup berupa aneka buah dan puding. Setelah itu, undangan di arahkan untuk memasuki area "Ojo Dumeh" yaitu sebuah arena di depan sebelah kanan pendopo Anjungan Jawa Tengah yang di dinding belakang panggung pertunjukannya terdapat tulisan jawa "Ojo Dumeh". Kursi tamu di depan dan dibelakangnya yang berupa bangku beton berundak-undak nampak penuh. Baik di depan panggung maupun di sisi kanan panggung. Jumlah pengunjung diperkirakan 750 orang.

Sementara di pendopo anjungan juga terdapat kursi-kursi yang mengelilingi meja bulat berbalut kain berwarna putih dikelilingi oleh AC outdoor yang cukup besar di setiap pojok tempat para tamu undangan VIP makan. Berbagai macam makanan nampak berderet di sekililing pendopo anjungan.

Jalannya Acara

Acara diawali dengan penampilan tari Gambyong Banyumasan yang dibawakan oleh 9 gadis berparas manis memakai kemben dengan kain batik dan selendang berwarna kuning serta rok di dalam balutan kain yang berwarna senada. Diiringi dengan gending dan nyanyian waranggana yang ada di sebelah kanan undangan. Lampu sorot warna warni nampak menambah indahnya suasan panggung dengan latar belakang tanaman-tanaman berwarna hijau..

Kemudian sambutan Bupati Banjarnegara Djasri. Dalam sambutannya, Bupati yang perawakannya tinggi besar ini mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jateng Ali Mufidz yang telah menunjuk Kabupaten Banjarnegara mewakili Propinsi Jateng menampilkan potensi wilayahnya di Jakarta. Djasri juga mengenalkan beberapa pariwisata Banjarnegara seperti Candi Dieng, Arung Jeram, Sumur Jalatunda, Telaga Balekambang, Air Terjun Sirawe, Curug Pitu, dan lain-lainnya. Djasri juga membanggakan warganya yang berhasil memperoleh kejuaraan di tingkat dunia seperti pencak silat dan tinju. " Cris John, jago pukul di ring itu juga dari Banjar lho" begitu promosinya. Spontan disambut tepuk tangan para hadirin.

Dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ali Mufidz. Dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah yang sebentar lagi meninggalkan jabatannya itu mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banjar dan Pemda Banjar yang telah menampilkan potensi Kabupaten Banjar/Jateng dengan sangat baik.

Setelah itu, ditampilkan tari Aplang yang dibawakan oleh penari pria dan wanita yang memakai sandal bakyak dari kayu. Diiringi genjringan dengan bas kendang disertai nyanyian puji-pujian terhadap kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu adalah penampilan dramatari "legenda Candi Dieng" dan penyerahan Cinderamata kepada para Duta Besar oleh Gubernur Jawa Tengah. Juga penyerahan Cinderamata kepada General Manager Taman Mini Indonesia Indah. Acara berakhir sekitar pukul 21.30 Wib. Polantas pun sibuk mengatur lalu lintas yang macet di sekitar lampu merah TMII. Beberapa mobil nampak berplat nomor H (Semarang) dan RD (Banjarnegara) keluar dari TMII.

Monday, December 24, 2007

Idul Adha 1428 H

Allaahuakbar Allaahuakbar Allaahuakbar. Laaailaahaillallaahu Allaahu Akbar. Alloohuakbar walillaahilham,,,

Begitulah, Lebaran Idul Adha tahun 2007 ini aku ikut Sholat Ied di Masjid lingkungan tempat tinggalku di daerah Kemayoran, yaitu Masjid Ass Syura. Ini asli Masjid yang masih memegang tradisi lama,ya,,,Masjidnya orang NU. Tahun-tahun sebelumnya aku Shalat Idul Adha di Masjid dekat rumah mertuaku di kawasan Plumpang. Yaitu Masjid As Sholihin. Yang ini Masjidnya aliran lain, yang imamnya baca suratnya puanjang puanjang sampai berdirinya cengklungen,,,,

Penyembelihan hewan Qurban di sekolahanku dulaksanakan pada hari Sabtu, aku jadi MC dan bagian pemanggilan. Sebelum dhuhur, urusan beres. Semua kebagian daging sapi kurang lebih 2 kg.Lumayan buat dimasak di rumah. Kalau dikasihnya daging kambing, bisa-bisa aku gak ikut makan. Soalnya lagi ngindarin makan daging kambing. Supaya asam uratnya terkendali.

Thursday, September 27, 2007

Buka Puasa Serulingmas Pusat

Buka Puasa Serulingmas Pusat

Buka Puasa dan kangen-kangenan Serulingmas (Seruan Eling Banyumas) Pusat berlangsung di sebuah rumah milik pengusaha asal Banyumas Wisnu Suhardono di Jl.Jenggala II Kebayoran Baru semalam.

Nampak Hadir Ketua Umum Serulingmas Pusat Dr.Yuwono Kolopaking, Mantan Menkop Subiako Tjakrawerdaya, Pesinetron Pangky Soewito dan istrinya Bintang Film era 70 an Yaty Oktavia, Mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Wik Jatmika, para pengurus Serulingmas Pusat, Pengurus KKB, serta perwakilan dari Komunetmas yaitu Fahmi Nahdi, Eko Carub Bawor, dan tentu saya sendiri.

Bertindak selaku penceramah dengan tema Pulang Kampung Untuk Mengentaskan Kemiskinan Prof Dr. Haryono Suyono, mantan Menko Kesra dan Kepala BKKBN Pusat.
Dalam ceramahnya yang diselingi dengan humor-humor segar, Haryono Suyono mengajak kepada Warga Banyumasan yang ada di perantauan untuk peduli terhadap tanah kelahirannya dan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup/mengentaskan kemiskinan warga Banyumasan. Contoh yang dikemukakan adalah dengan membentuk pos-pos semacam Posyandu yang berisi orang-orang yang bisa menggerakan masyarakat supaya bisa meningkat ekonominya. Misalnya dengan cara menyertifikatkan tanahnya untuk kemudian dijadikan agunan kredit ke Bank sehingga bisa berusaha atau berwiraswasta. Misalnya orang yang jualan ayam dengan modal terbatas akan lebih bagus lagi kalau modalnya ditambah sehingga ayam yang dijualnya tambah banyak dan bisa menjadi juragan ayam. Begitulah kira-kira konsepnya Pak Haryono Suyono ini.

Setelah selesai Shalat Maghrib, penulis dan beberapa pengurus KKB meluncur ke Jl.Anggrek II Depok ,melayat salah satu aktivis Banyumasan yang berprofesi sebagai wartawan yaitu Bapak Yatim Kelana. Ina lillahi wa ina ilaihi raji’un. Semoga arwahnya dierima di sisi Allah SWT. Dan keluarganya diberikan kesabaran.

Tuesday, September 18, 2007

Buka Puasa Di Rumah Pak Bibit Waluyo

Tepat jam 16.45 aku nyampe di Rumah Pak Bibit Waluyo di komplek Perwira Tinggi, Cijantung II. Meskipun rumahnya nampak baru, tapi nuansa kesederhanaan tetap ada di dalam rumah itu. Ya, sederhana untuk ukuran seorang TNI yang sudah berpangkat Letjen dan pernah menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro dan Pangdam Jaya serta Pangkostrad.

Pak Bibit yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah memang sangat bersahaja dan sederhana. Sikapnyapun baik sekali, tidak membeda-bedakan orang.
Ketika saya menjabat tangannya dan minta maaf karena waktu datang saya belum sempat menyalaminya, Beliau menjabat tangan saya erat sekali bahkan sampai tangan kirinya menepuk-nepuk punggung tangan saya. Ya benar-benar di luar dugaan saya. Betapa beliau adalah seorang Jendral, tapi sikapnya sangat bersahaja. Beliau sangat ramah dan berusaha dekat dengan semua tamunya yang hadir pada malam itu.

Buka puasa dengan menu catering yang lumayan enak, apalagi ada nasi Jawa yang terdiri dari nasi putih, sayur lodeh tempe dan tahu, daging goreng srundeng, dan daging sapi, serta rempeyek kacang dan urab, wah serasa makan di rumah sendiri di kampung.

Ada juga Siomay, catering lengkap, buah, kue-kue, minuman juice jambu, puding dan lain lain. Kelihatannya masih banyak makanan yang tersisa karena undangan yang dating “hanya” sekitar 30 orang.

Yang mengejutkan, setelah puas berbuka puasa, Pak Bibit berpidato yang intinya Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu tidak usah melanjutkan acara dengan Shalat Taraweh, silahkan shalat taraweh di rumah masing-masing. Karena mengingat suasana agak memanas sehubungan dengan pembentukan struktur kepengurusan oleh formatur. Kelihatannya ada kubu yang ingin memasukkan orang-orangnya sebanyak mungkin untuk jadi pengurus paguyuban.
Begito loh,,,,Inilah Indonesia sekarang. Baru pengurus Paguyuban saja rebutan. Bagaimana pengurus parta politik? Waaah,,,,kayanya seru banget kali ya,,,,

Tapi Pak Bibit memang bijaksana. Daripada shalat taraweh dengan perasaan yang ndongkol dan pikiran ngga karu-karuan di situ, mending semuanya disuruh pulang dan taraweh di rumah masing-masing. Tentara dilawan! Begitu kira-kira Pak Bibit ngebatin.

Wednesday, September 12, 2007

Bibit Waluyo Terpilih Menjadi Ketua Paguyuban Jawa Tengah

Mubes III Paguyuban Jawa Tengah Jabotabek yang dilaksanakan pada hari Minggu, 9 September 2007 di hotel Sahid Jakarta Pusat berlangsung sukses. Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo, mantan Pangdam Jaya dan Pangkostrad berhasil terpilih menjadi Ketua Umum Paguyuban sekaligus sebagai ketua formatur. Bibit bersaing ketat dengan Drs.H Sumaryoto, anggota DPR dari Fraksi PDIP yang berasal dari Wonogiri.

Dalam persaingan yang sangat ketat dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta/utusan dari 27 pengurus paguyuban Kabupaten/kota se Jawa Tengah tersebut, Bibit mengumpulkan 13 suara, sementara Sumaryoto 12 suara dan 2 suara dinyatakan tidak sah. Dalam pemilihan Ketua formatur/ketua umum ini, one delegation one vote. Satu kabupaten, satu suara. Sebelum dilakukan pemilihan, dua kandidat menyampaikan visi/misi di depan peserta sidang. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan pada sidang Pleno ke III yang dilaksanakan pada sore hari dan dilanjutkan setelah istirahat untuk melaksanakan shalat Maghrib. Rencana Mubes hanya sampai pukul 17.00 WIB ternyata molor sampai sekitar pukul 20.30 WIB.

Setelah pemilihan Ketua Umum selesai, kedua kandidat baik yang menang maupun yang kalah, berjanji di hadapan peserta Mubes akan saling membantu dan bahu-membahu dalam mengurus organisasi. H. Sumaryoto ditempatkan sebagai Wakil Ketua Umum.
Pengurus Paguyuban secara lengkap akan disusun oleh ketua Umum/ketua formatur dibantu oleh 7 formatur lainnya yang mewakili Pembina, pengurus lama, dan utusan Karesidenan

Dibuka Sekda Jateng

Mubes III Paguyuban Jawa Tengah Jabodetabek ini dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Marjiono, SH mewakili Gubernur Jawa Tengah.
Pembukaan MUBES dihadiri juga oleh Ketua Dewan Pembina Paguyuban Jateng Sukamdani Sahid Gitosarjono dan para sesepuh/tokoh dari Jawa Tengah diantaranya Jendral TNI (Purn) Wiranto, Ibu Soeparjo Roestam, dan mantan Kapolri Jendral (Purn) Rusdiharjo.

Setelah pembukaan, dilanjutkan acara foto bersama antara para tokoh yang hadir dengan pengurus paguyuban dan panitia pelaksana Mubes. Setelah itu coffe break dan dilanjutkan dengan sidang pleno I yang berisi pengesahan tata tertib Sidang Pleno Mubes serta pemilihan ketua dan sekretaris sidang pleno, laporan pertanggung-jawaban pengurus PJT 2000-2007 oleh ketua umum, pandangan umum terhadap laporan pertanggung-jawaban PJT 2000-2007, serta pembentukan komisi-komisi yang meliputi Komisi Pertanggung Jawaban Pengurus periode 2000-2007, Program Kerja Umum Periode 2007-2012, AD/ART, serta komisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (APBO).
Pukul 13.00 istirahat shalat dhuhur serta makan siang. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang komisi-komisi di empat ruangan berbeda. Setelah selesai dilanjutkan dengan sidang Pleno ke II berupa laporan para ketua komisi, tanggapan hasil sidang-sidang komisi oleh peserta Mubes serta keputusan sidang pleno II untuk menerima/menolak laporan pertanggungjawaban pengurus paguyuban Jateng 2000-2007.

Ada Hiburan Juga

Meskipun pelaksanaan sidang sempat memanas dan diwarnai dengan perdebatan layaknya kongres partai politik, namun suasana tetap terkendali. Bahkan masih sempat diselingi dengan hiburan organ tunggal yang dipimpin oleh Leles dari TVRI Pusat Jakarta. Beberapa peserta Mubes juga sempat menyumbangkan suara emasnya. Suasana Mubes juga sempat ger-geran dengan spontanitas banyolannya Iparto Gombong.

Di akhir acara, dilakukan serah terima jabatan ketua paguyuban dari Ketua Umum lama H.RS Museno kepada Bibit Waluyo dengan penandatanganan berita acara dan serah terima pataka berlogo Jawa Tengah yang dibawa oleh tiga bodygard dari Wonogiri, Banyumas, dan Purworejo.

Salah satu bodygard itu adalah saya sendiri. (he,,he,,he,,ngguyu dewek)

Tuesday, August 28, 2007

Mubes ke III Paguyuban Jawa Tengah

Mubes ke III Paguyuban Jawa Tengah di Jakarta akan dilaksanakan pada hari Minggu, 9 September 2007 di Hotel Sahid Jakarta. Demikian hasil rapat Panitia Pelaksana yang dihadiri oleh Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah Bapak H.RS Museno, SH di Restoran Handayani,Matraman, Jakarta Timur, semalam.

Bertindak selaku Ketua Panitia Pengarah (SC) adalah Dr.H.Yasir Alwi,MBA,MM (Purworejo) dan Ketua Panitia Pelaksana Ir. Bambang Purwohadi, Msi,MT (Tegal)
Sementara Dewan Penasehat Panitia adalah : Ibu Soepardjo Rustam (Banyumas), Bapak Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo (Klaten), Bapak Mayjen TNI (Purn) H. Sudiono (Magelang), Bapak Dr. Yuwono Kolopaking (Banjarnegara) dan Bapak Drs. H. Sumaryoto (Wonogiri). Rapat Panitia dihadiri oleh sekitar 40 orang.

Mubes ke III ini bertujuan untuk membahas AD/ART, Program Kerja, dan pemilihan Ketua Umum/Pengurus Masa Bakti 2007-20012. Mubes akan diikuti oleh utusan pengurus Paguyuban Jawa Tengah di Jakarta seperti Paguyuban Warga Wonogiri, Tegal, Banyumas, Purworejo, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Rembang, Semarang, Magelang, Surakarta, Salatiga, Kendal, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Temanggung, Wonosobo, Yogyakarta, Pemalang dan lain-lain.

Hari ini (29/8) Pukul 14.30 WIB, 8 orang panitia akan bertemu dengan pemilik Hotel Sahid yang juga anggota kehormatan Paguyuban Jawa Tengah, Bapak Sukamdani Sahid Gitosarjono. Rencananya,Mubes juga akan mengundang beberapa artis yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan juga Gubernur Jawa Tengah/Mendagri Bapak Mardiyanto, serta Gubernur DKI Jakarta Bapak Sutiyoso.

Inyong dewek melu dadi panitia bagian acak-icik alias bagian umum.

Dua Dalang Banyumas Ramaikan HUT RI ke-62

Dalang perempuan siswi kelas X SMA Diponegoro 1 Rawamangun, Jakarta
Timur, Anik Diah Anggraini ikut meramaikan acara Pagelaran Wayang
Kulit dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 dan syukuran
keberhasilan pelaksanaan PILKADA DKI Jakarta. Siswi kelahiran
Cilacap, 21 Agustus 1992 yang sebelumnya sekolah di TK Aisiyah 02
Cilacap, SD Muhammadiyah 08 Cilacap, dan SMP Negeri 05 Cilacap ini
mengawali acara Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang
utama Ki Manteb Sudarsono.

Setelah itu, seorang karyawan perguruan Diponegoro, Kuswan juga
menampilkan kebolehannya mendalang. Pria kelahiran Banyumas, 19 Juni
1966 ini adalah lulusan SD Sanggreman I dan SMP/SMA Diponegoro
Rawamangun.

Dalam kesempatan itu tampil juga seorang dalang WNI asal Australia
KRT Gaura Mancacaritadipura. Dalang bule ini membawakan lakon
pucukan dengan lakon Fragmen Rama Tambak. Setelah itu barulah tampil
dalang kondang H.Manteb Sudarsono dengan lakon Sesaji Raja Suya.

Acara yang diadakan oleh Perguruan Diponegoro yang beralamat di Jl.
Sunan Giri No.5 Rawamangun ini bertujuan untuk (1) Mencintai dan
bangga sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki kebudayaan yang
luhur, (2) Menyosialisasikan azas persatuan dan kesatuan NKRI, (3)
Pendidikan informal melalui pagelaran wayang mencakup pengenalan
budi pekerti luhur serta sifat-sifat buruk dalam kehidupan, (4)
Menjaga kebudayaan khususnya pewayangan, dimana wayang telah
dicanangkan sebagai hasil puncak budaya dunia oleh UNESCO
(masterpiece of intangible heritage), (5) Mempromosikan kebudayaan,
di mana terkandung kebijakan local (local wisdom) melalui lakon dan
alur cerita yang disajikan, (6) Transfer kebudayaan dari generasi
tua ke generasi muda; (7) Menggalang persatuan seluruh rakyat di
daerah sekitar Perguruan Diponegoro, sehingga timbul tanggung jawab
social pendidikan oleh sekolah terhadap masyarakat. Demikian
dikatakan ketua panitia Prof. Dr. H. Arief Rachman, MPd dalam
sambutannya.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga
Gubernur terpilih dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu,
Bapak H. Fauzi Bowo. Juga duta besar Negara sahabat. Acara yang
dihadiri sekitar 1000-an orang tersebut berlangsung sampai pukul
03.00 WIB sesuai dengan pesanan panitia kepada Ki Manteb.

Dua sinden asal Banyumas juga meramaikan pagelaran wayang Ki Manteb
ini, diantaranya adalah sinden Yani.

Demikian sekilas info yang dapat kami sampaikan, kebetulan Inyong
melu nonton nganti jam 03.00 esuk.

Tuesday, July 17, 2007

Ke Cipanas

Hari terakhir liburan kemarin, tepatnya hari Sabtu, tanggal 14 juli 2007 aku dan keluarga ke Cipanas. Aku, Istri, serta Naufal anakku. Acara ini adalah dalam rangka tour dari kantor istriku yang berada di daerah Mayestik. Asyik juga, tour bersama keluarga. Ini jarang-jarang aku lakukan,,,,

Perjalanan menggunakan Bus HIBBA UTAMA AC, cukup nyaman. Hanya saja supirnya agak kasar nyetirnya, sehingga pindah prosnelingnya sering nyentak-nyentak dan mendahului kendaraan lain dari bahu jalan tol. Acara pertama ke Taman Safari. Acara ke Taman Safari ini sudah beberapa kali aku lakukan, sehingga tidak ada lagi yang menarik bagi saya. Naufal juga sudah beberapa kali ikut tour ke Taman Safari, tapi kelihatannya senang juga dia ngliat hewan-hewan penghuni TSI yang berkeliaran.

Makan siang di sana dengan menu SFC yaitu Safari Fried Chiken. Lumayan enak juga.

Perjalanan kembali diteruskan dan sampailah di Hotel Sangga Buana Cipanas, yang informasinya adalah kepunyaan dari YDD, Yayasan Danar Dana BNI, masih satu Group dengan tempat kerja istri.

Malem mingu diisi dengan makan malam yang diiringi dengan organ tunggal dengan 2 penyanyi wanita. Juga diselingi pembagian door prize yang dibagikan ke seluruh karyawan. Seperti biasa aku ikut juga larut dalam kegembiraan dan ikut berjoget ketika lagu dangdut dinyanyikan oleh salah seorang peserta tour. Wah asyik lah rasanya.

Kalau di lingkungan rumah, atau di tempat-tempat umum kayanya joget di arena dangdut kayanya nggak mungkin aku lakukan, soalnya ya,,,,malu lah yaw,,,,
Joged aku lakukan sebagai partisipasi dalam sebuah acara dan tentu dalam kalangan tertentu,,,,,gitu lho.

Siangnya dilaksanakan berbagai lomba. Ada lomba merias laki-laki oleh pasangannya, lomba bakiak, dan pertunjukan badut dan sulap oleh Papacong. Untuk lomba ngrias, aku dan istri termasuk ikut di dalamnya. Dengan mata ditutup, istriku merias aku sekenanya,,,,,ya udah lipstik mleber ke mana-mana. Jadinya suasana lucu banget penuh dengan gelak tawa. Apalagi peserta yang lain pada lucu-lucu banget. Dengan dandanan layaknya perepuan, kami laki-laki disuruh berjalan seperti peragawati di depan tim juri. Malu juga sih,,,,,,tapi gimana lagi,,,demi partisipasi. Iya nggak?

Pulangnya, waduh, jalanan macet banget. Sehingga keluar dari hotel jam 1 siang, baru sampai di kantor jam 6 sore,,,,,,,tapi seneng dan puas.

Tuesday, June 19, 2007

Ke Jogya Lagi

Sudah beberapa kali aku ke Jogya, tapi kayaknya nggak ada bosennya. Apalagi kalau jalannya ke sana ngga pakai bayar alias gratisan. Memang sih, banyak tanggung jawab yang harus dipikul, karena perginya ke sana tidak semata-mata untuk jalan-jalan, tapi juga njaga anak-anak yang sudah mulai ABG itu agar selamat sampai kembali ke Jakarta.

Tapi ya, anak SMP kan sudah cukup gede, mereka sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Sehingga relatif gampang. Daripada kalau anak SD yang harus diawasi terus menerus 24 jam, atau anak SMA yang juga harus diawasi terus menerus karena mereka sudah remaja menjelang dewasa. Gawat kalau mereka dilepas begitu saja tanpa pengawasan guru.

Yah begitulah. Kayaknya anak SMP lebih enak dan pas. Nggak terlalu mengkhawatirkan.

Perjalanan ke Jogya selama tiga hari dan dua malam nginep di hotel memang lumayan menguras tenaga. Tapi ya ada senangnya juga karena ikut melihat tempat-tempat wisata yang selama ini belum pernah dikunjungi ketika ke Jogya, misalnya Pantai Krakal dan Candi Ratu Boko. Sedangkan obyek-obyek wisata yang lainnya sudah pernah seperti Candi Borobudur, dan Keraton Ngayogyagarta Hadiningrat. Ketep pass juga merupkan Obyek wisata di Jogya yang baru aku kunjungi.

Setelah puas belanja oleh-oleh di Bakpia Pathuk 25, Kemudian di Toko Batik dan Kerajinan Mirota di Jl. Malioboro, maka hari terakhir perjalanan adalah ke Keraton Yogya, ke Dagadu asli, dan ke ketep pass.

Setelah itu bus langsung meluncur pulang ke Jakarta lewat semarang dan pantura.
Perjalanan semalaman membuat mata ini ngantuk teruus,,,,sampai di Kampus Avicenna tepat jam 09.00 pagi hari Sabtu,,,,,

Wuih,,,cape,,,tapi ya senenglah,,,

Wednesday, June 06, 2007

Setahun Berlalu

Tak terasa, setahun sudah berlalu. Lama nggak mbuka blog, apalagi meng up date. Yaah begitulah. Sampai-sampai hari ini mau meng update lupa username dan passwordnya. Kebiasaanku yang jelek memang kadang menyusahkan diriku sendiri. Nggak punya catatan yang baik dan tertata.

Ya moga-moga mulai hari ini aku akan usahakan punya catatan yang baik dan tertata rapi. Moga-moga.

Monday, June 12, 2006

Pagelaran Wayang Kulit PANCADAN (Paguyuban Kanca Dolan Banyumasan)

Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Banyumasan oleh Ki Dalang Sugino Siswocarito pada hari Sabtu, 10 Juni 2006 di Gelanggang Remaja Jakarta Timur berlangsung meriah dan sukses. Tidak kurang dari 2000 penonton memadati Gelanggang Olah Raga ini. Tampak hadir Pembina Pancadan Prof.Dr. Achmad Mubarok, MA , Wagub Fauzi Bowo yang mewakilkan kepada Kepala Sub Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Permuseuman DKI Jakarta Bapak Nyoman, Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono beserta istri, Tokoh-tokoh Paguyuban Banyumasan seperti Bapak H.Masino, Msd, Bapak Drs.H Bambang Hirawan, dan Ketua Umum KKB Bapak Purbadi, SH. Juga hadir bintang sinetron Yuni Sulistyawati yang bertindak sebagai pembawa wayang yang diberikan kepada beberapa tokoh Banyumasan.

Dimulai pada pukul 19.00 penonton nampak sudah mulai berdatangan dan langsung membeli tiket yang dijaga oleh Indriyani, Misriyatun Munji, Nurhayati (Miss Milis), Budi, dan beberapa polisi. Kemudian berangsur-angsur dan secara bergelombang, nampak beberapa rombongan yang baru datang juga membeli karcis di tempat yang berada di sisi kanan pintu masuk GOR.

Tepat pukul 08.45 acara dimulai. Diawalii dengan pembacaan surat Al Fatiah oleh MC Bapak Dalimin kusir dokar Banyumasan Radio P 2 SC, dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia oleh saya sendiri, kemudian Bapak Kuswandi selaku Ketua PANCADAN (Paguyuban Kanca Dolan Banyumasan), Bapak Drs. H. Bambang Hirawan selaku sesepuh PANCADAN, dan terakhir Bapak Nyoman yang mewakili Wagub Bapak H. Fauzi Bowo.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Ki Dalang Sugino lewat panitia kepada masing-masing Bapak Prof.Dr.Achmad Mubarok, MA yaitu wayang Bawor, kemudian Bapak Purbadi SH wayang Kresna, Bapak Drs. H. Bambang Hirawan wayang Semar, Bapak Jarwo wayang Prabu Bomantara, dan Bapak Kuswandi wayang Werkudara. Setelah itu dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk korban gempa Yogya dan jateng diiringi dengan gending Tlutur (layon). Dan terakhir penyerahan tokoh lakon yaitu wayang Petruk kepada Ki Dalang Sugino Siswocarito oleh Bapak Nyoman yang mewakili Wagub.

Pagelaran Wayang dengan lakon Petruk Duta berlangsung semarak. Pada saat Limbukan tampil pelawak Suliyah dan Glinding. Mereka cukup membuat penonton terpingkal-pingkal. Dan pada saat gara-gara tampil pelawak Ciblek dan Glinding. Kali ini pun bikin penonton tertawa meskipun tadinya ngantuk-ngantuk.

Tancep kayon pada pukul 04.30. Aku bersama Pak Kuswandi masih nunggu Pak Dalang diantar ke Purwokerto. Alhamdulilah pagelaran sukses, mudah-mudahan para penggemar dalang Gino juga puas. Dan yang penting, tidak melupakan pada masyarakat Yogya dan Jateng yang sedang terkena musibah. Hasil pengumpulan Dana disalurkan melalui Metro TV peduli.






Friday, April 28, 2006

Peluncuran Situs Think.com dari Oracle

Peluncuran Situs Think.com dari PT Oracle Indonesia berlangsung meriah. Bertempat di ruang Ceria Hotel Shangrilla, acara dimulai pukul 10.00 dan berlangsung sampai pukul 12.00, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Hadir pada acara ini Prof.Dr. Suyanto, Dirjen Dikdasmen, Cahyana Ahmadjayadi, Direktur Aptel Kominfo, dan Richard Mengko, staf ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi. Juga nampak hadir ketua Yayasan Dian Ilmu Sekolah Lab School Cinere Bapak Dedi S. Panigoro.

Sebagai proyek percontohan, layanan ini telah dicoba di SMP/SMA Labschool Cinere, SMP Muhammadiyah Setia Budi, Pamulang, dan SD Avicenna Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Maka murid dari ketiga sekolah tersebut, diwakili oleh beberapa orang murid, hadir pada saat peluncuran ini.

Pada kesempatan itu, aku sempat ketemu dengan teman-teman lamaku ketika di Al Azhar Kemang, yaitu: Drs. Usep Kasman (sekarang Kepala BPH Yayasan Dian Ilmu). Drs. Acep Musliman MM (Wakil Kepala SMP Lab School Cinere) dan Pak Teguh (Kpala Sekolah Al Azhar di daerah Bogor).

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan sekolah baik negeri maupun swasta.

Sunday, November 27, 2005

Yongky AFI, Yuni Sulistyawati, dan Lita Soewardi Jadi Bintang.

Yongki AFI, Yuni Sulistyawati, dan Lita Soewardi Jadi bintang dalamacara Halal Bi Halal Gabungan KAMABA senior, KAMABA Yunior, IMAM BSP,dan Pengurus HIPPMAS di kediaman Pembina HIPPMAS dan KKB, Bapak Drs.H.Bambang Hirawan di kawasan Jl.Cipinang Baru Raya, Jakarta Timur.

Acara yang berlangsung sejak Pukul 11.00 sd kurang lebih pukul 15.00WIB pada hari Minggu, 27 November 2005 kemarin berlangsung dalamsuasana meriah penuh nostalgia. Nampak Hadir anggota KAMABA (KeluargaMahasiswa Banyumas) senior, Anggota KAMABA junior, dan para pengurusHIPPMAS serta pengurus IMAM BSP (Ikatan Mantan Murid Bruderan danSusteran Purwokerto). Hadir juga pemilik bus AJA dan ARIMBI yang jugaanggota IMAM BSP serta Kepala Bagian Informatika MABES POLRI BrigjenPol Mulyohadi. Dari Komunetmas hadir Kang Ali Syafrudin besertakeluarga serta Kang Ahadi Abdoel.

Yongky AFI yang sudah menyelesaikan dokternya di UGM itu membawa sertaIbunya yang mantan penyiar RRI Purwokerto dan kakak perempuannya yang juga dokter yaitu Mba Petty. Yuni Sulistyawati yang menjanda belum genap 2 bulan dan sering membintangi sinetron laga itu datang sendirian dan harus aku antar sendiri masuk ke dalam rumah Pak Bambang.Yuni memperkenalkan diri kepada para undangan yang sudah hadir.

Acara langsung dibuka sendiri oleh Pak Bambang yang merasa bangga danberbahagia atas datangnya para undangan yang memang banyak diantaranyaadalah teman-teman lama Pak Bambang. Dilanjutkan makan hidangan SrotoSokaraja dan juga Bakmi Margonda yang khusus didatangkan untukmelayani makan siang pada acara itu.Acara diselingi dengan hiburan organ tunggal dengan penyanyi LitaSoewardi, Yuni Sulistyawati, Yongky AFI, Gatot alias Jhoni Iskandar,Mba Aan, dan Inyong dewek melu nyumbang nyanyi. Mereka mengajak juga hadirin untuk berjoged bersama.

Acara ditutup dengan lagu Kemesraan yang dinyanyikan bersama-sama olehPak Mulyohadi, Yuni Sulistyawati, Lita Soewardi, Mba Aan, Mas EkoBawor karo Inyong dewek.

Monday, November 21, 2005

Halal Bi halal 1426 H Serulingmas Berlangsung Sukses

Halal Bi halal Serulingmas (Seruan Eling Banyumasan) Jakarta berlangsung sukses dan sangat meriah. Acara yang dilangsungkan di Gedung Pewayangan Kautaman TMII itu berlangsung sejak jam 09.00 WIB sampai pukul 13.30 WIB. Tampak hadir Ketua Umum Serulingmas Pusat Dr.Ir.Kuntoro Mangkusubroto (Mantan Mentamben dan Ketua Badan Pelaksana Rekonstruksi Aceh), Wisnu Suhardono, SE (Pengurus dan Pengusaha Banyumas ), Dr. Amoroso Katamsi (Pengurus dan pemeran Pak Harto di film G 30 S PKI), Drs. Slamet Effendi Yusuf (Tokoh Banyumas dan Ketua Badan Kehormatan DPR), Pangky Soewito (Anggota HIPPMAS dan pemain sinetron), Lita Soewardi (Pengusus HIPPMAS dan pemain Sinetron) Yuni Sulistyawati (Anggota HIPPMAS dan pemain sinetron), Yongki AFI (Angota HIPPMAS dan penyanyi) serta pengurus Serulingmas lainnya serta para pengurus serta anggota paguyuban Banyumasan se Jabodetabek.

Acara hahal bi halal yang dilakukan setahun sekali oleh pengurus Serulingmas Pusat tersebut dihadiri oleh lebih dari 1000 orang. Jajanan khas Banyumas terdapat dalam deretan meja sepanjang lorong di luar gedung pertemuan, misalnya Sroto Sokaraja, Sroto Gombong, Kaos-kaos bertuliskan slogan Banyumasan, dawet ayu Banjarnegara, mendoan, dan lain-lain.

Acara dimeriahkan oleh hiburan Banyumasan calung dan lengger yang berada di luar gedung utama dan di panggung di hibur dengan organ tunggal, tarian dari Banjarnegara, lawak Ciblek lan Klowor, dan juga oleh Lita Soewardi, Yuni Sulistyawati, dan dr.Yongky AFI. Mereka bertiga bertrio menyanyi dan berjoget di panggung dan diikuti oleh beberapa tamu undangan di depan panggung.

Di samping acara hiburan tersebut, sebelumnya juga diisi dengan ceramah halal bi halal.
Anggota Komunetmas yang hadir diantaranya Kang Fahmi Nahdi, Kang Bambang Setya Fadilah (BSF) beserta istri, Kang Ali S beserta istri dan anak, Kang Ahadi Abdoel, Kang Soegeng Seoratno beserta istri dan anak, Kang Soekirno, Inyong dewek karo adiku, lan yang lainnya mungkin Inyong lupa.

Dalam latar belakang panggung tampak wayang gareng, petruk, bawor di sebelah kiri, dan Semar di sebelah kanan. Punakwan ini menggambarkan Wong Banyumasan yang merupakan sosok yang sederhana, lugu, dan Cablaka, Jujur dan Setia kepada ndara (negara), tetapi jangan coba-coba mengganggu , karena akan dikalahkan oleh mereka.

Sunday, October 09, 2005

Puasa Ramadhan 1426 H

Marhaban yaa Ramadhan, Selamat datang bulan puasa 1426 H. Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan pahala. Mengawali bulan puasa, aku ikut mengawal anak-anak SMP Islam Avicenna YPM mengikuti Peslat (pesantren latihan) di Gedung PPSDP Cibubur. Macam-macam kegiatan dilaksanakan, dengan tujuan untuk lebih menyiaopkan anak-anak menghadapi bulan puasa. Shalat berjamaah, olah raga ringan, jurit malam, pengajian, muhasabah, dll dilaksanakan dengan perasaan yang gembira. Meskipun aku nggak mengikuti semua kegiatan itu, karena jam 9 malam biasanya aku udah ngantuk, dan berangkat tidur, tapi kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana.

Anak-anak kelihatan menikmati, dan merasa senang berada di luar rumah dan sekolah untuk melaksanakan Peslat ini. Yang paling menyenangkan adalah waktu hari selasa sore pas besoknya mau mulai puasa, diadakanlah pertandingan sepak bola campuran guru dan murid. Anak-anak dibagi menjadi kelas VII dan kelas VIII, sementara guru dibagi rata ke kedua kelas tersebut. Aku kebagian ikut di kelas VII. Dengan lapangan di PPSDP (Gedung Pemuda) yang lebarnya mendekati lapangan olimpiade, tentu memerlukan perjuangan tersendiri untuk bisa ngegolin bola. Apalagi aku, udah beberapa tahun ini nggak pernah olah raga seperti yang aku lakukan ketika di kampung dulu. Wah sekali ikut olah raga, sepak bola lagi, napas ngos-ngosan jantungnya mau copot.

Untunglah, tim kelas VII rupanya tangguh, sehingga kedudukan 10-9 untuk tim kelas VII dimana aku ikut mendukungnya. Wah rasanya ikut puas bisa menang dengan perjuangan yang "mati-matian".

Hari terakhir, yaitu hari Rabu, 5 Oktober 2005 pas pertama puasa, di masjid sekitar jam 9 pagi diadakan pengajian di masjid Pemuda dengan penceramah langganan sudah beberapa tahun ini yaitu Ustad Drs. Sahrulsyah, penceramah yang biasa mengisi acara cece (ceramah ceria) di SCTV dan sekarang ceramah juga di TV 7. Pembawaannya memang kocak. Tapi memang kelihatannya ceramahnya ustadz Sahrul lebih pas atau cocok untuk orang-orang tua. Karena meskipun ceramahnya berisi tentang pergaulan anak muda, tapi kadang contoh-contoh yang dikemukakan terlalu dewasa untuk anak seumuran SMP kelas VII dan VIII.
Tapi memang kalau soal lucu jangan ditanya, orang yang mendengarkan ceramahnya ustadz yang satu ini bisa tertawa terpingkal-pingkal.

Traweh malam pertama otomatis di masjid Pemuda Cibubur, berbaur dengan masyarakat sekitar. Acara Peslat selesai hari Rabu sesudah shalat dhuhur, dan kami pulang ke rumah masing-masing. Marhaban Yaa Ramadhan.

Thursday, September 01, 2005

Perkenalan Pengurus HIPPMAS

Pertemuan sekaligus Perkenalan pengurus HIPPMAS periode 2005-2008 berlangsung meriah. Pertemuan yang mengundang banyak peserta baru bertempat di Rumah Bapak Budi Setiawan (Mantan Kapolda Bali) di daerah Cimanggis. Rumah yang luas dan asri, ditambah dengan kolam ikan dan dua buah pendopo kecil, menjadikan pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 60 orang itu berlangsung meriah. Apalagi ditambah dengan hiburan organ Tunggal, pertemuan iru menjadi semakin mengesankan dan gembira. Yang tampil nyanyi antara lain Mas Gatot alias Mas Jhoni, Mas Agus Trisnanto, Mas Eko Purwanto, Mba Lita Soewardi, juga ada peserta baru yang aku belum kenal namanya. Aku sendiri juga ikut menyumbangkan lagu "Tidak Semua Laki-Laki" koleksi lagunya Pak Basofi Sudirman.

Pembina yang hadir diantaranya Bapak Drs. H. Bambang Hirawan dan Bapak Budi Setiawan sendiri selaku tuan rumah. Pak Budi Setiawan ini adalah Bapak dari Tri Budi Ambarwati (Detrie), bendahara Umum HIPPMAS. Beberapa artis Banyumas yang diundang berhalangan hadir, diantaranya Mas Pangky Soewito (pemain sinetron), Mas Ebiet G. Ade (penyanyi), dan Iparto Gombong (pemain sinetron).

Namun mereka menyatakan mendukung kegiatan HIPPMAS ini. Seperti Iparto Gombong sebetulnya kepengin sekali datang, tapi Jam 13.00 telpon katanya baru saja selesai MC di Tangerang. Sehingga tidak bisa mengejar untuk pertemuan kali ini. Tapi di lain waktu Insya Allah bisa hadir, katanya. Mas Ebiet juga ternyata sedang ada job menyanyi sehingga kali ini tidak bisa hadir. Mas Pangky sendiri sudah janji kalau tidak ada shooting mau datang, tapi sampai pertemuan selesai ternyata tidak datang juga.

Pertemuan diawali dengan nyanyian oleh Mas Jhoni, kemudian aku sebagai MC memandu acara dengan diawali pembukaan, lalu perkenalan pengurus HIPPMAS periode 2005-2008, tanya jawab, pembentukan panitia Gerak Jalan Santai di Monas, dan ditutup dengan ular-ular oleh dua pembina yaitu Pak Bambang dan Pak Budi Setiawan.

Acara berlangsung sampai pukul 15.30. Pak Budi sendiri sebagai tuan rumah dan pembina HIPPMAS menyatakan senang dengan pertemuan ini. "Angger arep pertemuan ora nana nggon, ya uwis nang kene baen" begitu katanya. Rumahnya memang sangat besar dan luas bagi orang kebanyakan. Sehingga kedatangan anggota HIPPMAS yang sekitar 60 orang tidak begitu keliatan padat, hanya terkumpul di pendopo pojokan rumah saja. Hanya mobil di lahan parkir yang kelihatan penuh.

"Mudah-mudahan ora anget-anget ndog ayam" jere Pak Bambang. Ya Pak, moga-moga langgeng terus perkumpulan lan pasedulurane. Amin.

Friday, August 05, 2005

Dibalik Layar Kuis Siapa Berani Indosiar

Abot sanggane. Maune aku ora patia percaya. Lita Soewardi telpon Inyong sing intine HIPPMAS kon melu Kuis Siapa Berani (KSB) Indosiar. Wektune ora suwe, tanggal 4 Agustus. Wektu kuwe aku diwei ngerti Lita liwat telpun kurang lewih rong minggu sedurunge tanggal 4 Agustus. Jan aku klabakan temenanan. Klabakan ora sebab arep kon maju melu KSB, ning sing arep kon melu sapa? Lha wong HIPPMAS bae esih bayi, anggotane jane wis ana sekitar 40, tapi urung tau kumpul pul kabeh. Paling-paling pirang glintir sing pancen biasa mondar mandir nang paguyuban Banyumasan. Contone ya Inyong dhewek, Kang Eko Bawor, Kang Marsono alias Mas No, Pak Untung Suwignyo.

Terus aku njajal SMS maring anggota HIPPMAS liane sing nomer HP ne ana nang phonebook HP-ku. Ana Resy, Detrie, Nina Nuryana, Emi Pujiati, Dhina, Kang Ali S, Kang Fahmi. Nganti tekan seminggu latihan, wong sing melu latihan nembe kurang lewih 10 wong. Detrie esih nang Bali, Resy lagi nang Makassar, Bojone Marsono sing maune arep melu esih nang Malang. Nina esih nang Rawalo. Tujune Kang Ali S. gerak cepat. Kang Ali S langsung inisiatif nggawa kanca lan sedulur mbok jere sapa pesertane esih kurang. Terus digawa Kang Sigit, Mas Gatos S, Mba Sri M, Yu Nuur karo kancane Yu Nur sing jenengane Bety maring nggon latihan nang Cempaka Putih.

Mas Untung Suwignyo ndeleng sing latihan esih kurang wong terus nelpun Mas Edwin. Ee ora dinyana Mas Edwin sing Inyong uwis kenal sedurunge bungah pisan kon melu KSB. Lha seteruse Kang Edwin nggawa kancane, Mas Herry Marhono lan Bintoro. Tekan ngonoh urung rampung, sing arep kon dadi pengiring musik, Pak Cipto karo putrane Bu Kessy sing kon melu ora gelem. Waduh kepriwe kiye. Ya uwis lah, ora nganggo musik-musikan ya ora papa. Tapi Kuasa Allah, ternyata Mas Herry Marhono sing melu latihan belakangan, ternyata duwe studio musik lan pancen pinter musik. Ya uwis kloplah, latihan berikut Mas Herry wis nenteng Organ.
Lha latihan karo deiringi musik rasane lewih kepenak tur nembange bareng ora pating kethanthil.

Seminggu sedurunge tampil. Lita nlpon maning Inyong nek kemungkinan Group HIPPMAS arep menang terus melu KSB Sekali dina jemuah. Berarti dina Kemise melu KSB, dina jemuaeh langsung KSB sekali, wah,,,,kelabakan. Saking terbatase wektu ketemuan, Mba Lita ndikte nyanyian nggo KSB Sekali liwat telpon.

Dadi seminggu menjelang tampil, latihane ora mung se-lagu, ning rong lagu lan rong gaya. Ora gumun angger lagu sing nggo KSB sekali, pada urung apal. Apamaning gayane. Dites siji-siji nang Lita. Aku karo Kang Ali S sing dites keloron bae urung apal. Terus sing liane, ya pada urung apal. Apamaning Mas Gatot, lucu banget. Dites kon nembang, malah bolak-balik takon bae. Persis kaya pelawak srimulat arep kon nembang. Takon bae ora molai-molai nembang.

Latihan ora mesthi lancar. Sing paling nggegeti tur nggregeti kiye Mas Harry Marhono, pengiring musik. Kancane wis pada teka jam 7, setengah wolu ditelpun jere nembe mlebu tol kebon jeruk. Magane ngerti dhewek, jalan tol nang njakarta ora tau bebas macet. Ya uwis, tekan nggon latihan ya biasane jam 9. Angger wis kaya kuwe kanca-kanca terpaksa kudu mulur wektu latihane nganti jam 10 utawa 11 mbengi.

Latihan Dina Minggu dadi arena nggo golet klambi sing jenengane Armylook. Rame-rame maring ITC Cempaka Mas, nggolet klambi Armylook. Inyong dhewek karo bojo ora puas nggolet nang kono, terus plencing maring Pasar Senen. Lha nang Senen lantai 3 kan nggone klambi-klambi tentara. Ya uwis tuku bae nang kono. Regane ya lewih murah.

Pas Dina Kemise, tanggal 4 Agustus, jan-jane peserta kon padha ngumpul jam 08.00 nang Studio Indosiar. Mangkat sekang ngumah dewek-dewek. Tekan jam 08.00, sing keton wis tekan nang Studio nembe pirang glintir. Atiku deg-degan, mbok nganti pada telat. Lita dewek tek tlepun esih nang Semanggi. Nganti tes yel-yel wis dimolai, Kang Sigit urung keton. Jere esih macet nang tol kebon jeruk. Pancen si ana Mas Untung sing cadangan, ning Lita dewek ya urung keton. Mentale padha molai ciut krungu Yel-yel kelompok liane sing kompak banget,sementara Lita sing nggo ndel-ndel urung tekan.

Untung, jam 09.00 Lita muncul wektu lagi grup HIPPMAS lagi dites yel-yel. Dasar artis, keri ora grogi utawa isin, ya langsung melu ngibing sekang kadohan. Kabeh wong sing nang studio pada mendelo ndeleng Lita sing tekane keri. Ora mendelo jengkel, ning mendelo seneng. Lita wis teka. Mental molaih pulih.

Pas Jam 09.30 acara KSB molai, MC-ne Maudy Kusnaedi karo Izhur. Group HIPPMAS olih giliran disit dewek, nembang yel-yel. Terus kelompok B,C,D lan E. Kelompok B Sekang Makassar, kelompok C sekang Arema Malang, kelompok D sekang luar jawa, kelompok E sekang keluarga Panggabean. Sing keton kompak banget pancen kelompok E sekang keluarga Panggabean.

Seteruse, sekang Group HIPPMAS sing juara 1 olih hadiah TV 21 inci, Marsono. Juara 2 olih kompor gas, Lita Soewardi, juara 3 olih peralatan masak, Emi Pujiati, juara telu olih olih Rice Cooker, Bojoku, Esti Kusumastuti, juara 4 olih panggangan roti, Eko Purwanto Bawor. Terus unggal peserta olih Indomie setengah dus karo minyak goreng 2 botol lan mentega bungkus 2 sachet. Uga olih uang transport sekang PT Triwarsana, penyelenggara Kuis, Rp.400.000.
Lumangyan. Baline mampir KFC, mangan bareng ngiras-ngirus milih kepengurusan HIPPMAS lan ngrembuk rencana kegiatan HIPPMAS. Ji,,,,ro,,,,lu,,,,pat. Hidup HIPPMAS